40 HADIS ZINA

KTI

أهلاً وسهلاً

Aplikasi ini merupakan kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas berbagai aspek zina, mulai dari larangan mendekati zina, sebab-sebab yang mengantarkan kepadanya, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga hukuman bagi pelakunya.

Foto Muhammad Rayhan Rabbani

Tentang Penulis

Muhammad Rayhan Rabbani

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS ZINA

Penyusun: Muhammad Rayhan Rabbani

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Ancaman Berat bagi Orang Tua yang Melakukan Zina

Disusun oleh: Muhammad Rayhan Rabbani (@rayy_) · Bagian dari 40 HADIS ZINA

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِر (رواه مسلِم: ٣٠٩)[١]

Terjemahan 

Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga golongan yang pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan menyucikan mereka, dan (menurut riwayat Abu Mu'awiyah) tidak akan memandang mereka, serta bagi mereka azab yang pedih, yaitu: orang tua yang berzina, pemimpin (raja) yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong. (HR Muslim: 309)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang tiga golongan manusia yang mendapatkan ancaman sangat berat pada hari kiamat, yaitu tidak diajak berbicara oleh Allah, tidak disucikan dari dosa-dosanya, tidak mendapat perhatian dan kasih sayang dari-Nya, serta akan menerima azab yang pedih. Salah satu golongan tersebut adalah orang tua yang melakukan zina (syaikh zān). Penyebutan orang tua secara khusus menunjukkan bahwa perbuatan zina pada usia lanjut merupakan dosa yang lebih berat karena pada umumnya dorongan syahwat telah berkurang dan seseorang telah memiliki kematangan akal serta pengalaman hidup yang cukup untuk menjauhi perbuatan maksiat. Hadis ini mengajarkan bahwa zina merupakan perbuatan yang sangat tercela dalam Islam dan menjadi lebih buruk apabila dilakukan oleh orang yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga kehormatan dan ketakwaan. Selain itu, hadis ini menunjukkan bahwa semakin besar nikmat, kedudukan, dan kemampuan seseorang untuk meninggalkan maksiat, maka semakin besar pula pertanggungjawabannya di hadapan Allah apabila ia tetap melakukan perbuatan tersebut. Oleh karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk menjaga kehormatan diri, menundukkan hawa nafsu, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat mengantarkan kepada zina agar terhindar dari ancaman siksa Allah di akhirat.

Referensi

  1. Ṣaḥīḥ Muslim, karya Muslim ibn al-Hajjaj (Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʿArabī, t.t.), jil. 1, hlm. 102, Kitāb al-Īmān, Bāb Bayān Ghilāẓ Taḥrīm Isbāl al-Izār wa al-Mann wa Tanzīq as-Silʿah bi al-Ḥalif, hadis no. 107.

Komentar 0