Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ؟ قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ. قُلْتُ: إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ. (رواه البخاري٤٢٠٧)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah (Ibnu Mas'ud) RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Aku bertanya kepada Nabi: Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Ia menjawab: Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu. Aku berkata: Sesungguhnya itu memang dosa besar. Aku bertanya lagi: Kemudian apa?Ia menjawab: Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Ia menjawab: Engkau berzina dengan istri tetanggamu. (HR al-Bukhari: 4207)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa zina termasuk dosa besar di sisi Allah SWT, bahkan zina dengan istri tetangga memiliki dosa yang lebih berat karena selain melanggar larangan Allah SWT, juga mengkhianati hak tetangga, merusak kehormatan keluarga, dan menimbulkan kerusakan sosial. Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri, menghormati hak sesama, serta menjauhi segala hal yang dapat mengantarkan kepada zina. Dengan iman dan ketakwaan, seorang Muslim dapat melindungi diri dari perbuatan yang diharamkan Allah SWT.
Referensi
- Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, karya Muḥammad ibn Ismāʿīl al-Bukhārī (Damaskus–Beirut: Dār Ibn Kathīr, 2002), jil. 7, hlm. 79
Komentar 0