40 HADIS SYUKUR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Ketika Mendapatkan Kabar yang Menggembirakan, Nabi Memuji dan Bersyukur kepada Allah SWT

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis

عَنْ أَبِي كَثِيرٍ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ كُنْتُ أَدْعُو أُمِّي إِلَى الْإِسْلَامِ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فَدَعَوْتُهَا يَوْمًا فَأَسْمَعَتْنِي فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَكْرَهُ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَدْعُو أُمِّي إِلَى الْإِسْلَامِ فَتَأْبَى عَلَيَّ فَدَعَوْتُهَا الْيَوْمَ فَأَسْمَعَتْنِي فِيكَ مَا أَكْرَهُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَهْدِيَ أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اهْدِ أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ فَخَرَجْتُ مُسْتَبْشِرًا بِدَعْوَةِ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا جِئْتُ فَصِرْتُ إِلَى الْبَابِ فَإِذَا هُوَ مُجَافٌ فَسَمِعَتْ أُمِّي خَشْفَ قَدَمَيَّ فَقَالَتْ مَكَانَكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَسَمِعْتُ خَضْخَضَةَ الْمَاءِ قَالَ فَاغْتَسَلَتْ وَلَبِسَتْ دِرْعَهَا وَعَجِلَتْ عَنْ خِمَارِهَا فَفَتَحَتْ الْبَابَ ثُمَّ قَالَتْ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَرَجَعْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ وَأَنَا أَبْكِي مِنْ الْفَرَحِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَبْشِرْ قَدْ اسْتَجَابَ اللَّهُ دَعْوَتَكَ وَهَدَى أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ خَيْرًا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُحَبِّبَنِي أَنَا وَأُمِّي إِلَى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ وَيُحَبِّبَهُمْ إِلَيْنَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ عُبَيْدَكَ هَذَا يَعْنِي أَبَا هُرَيْرَةَ وَأُمَّهُ إِلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ وَحَبِّبْ إِلَيْهِمْ الْمُؤْمِنِينَ فَمَا خُلِقَ مُؤْمِنٌ يَسْمَعُ بِي وَلَا يَرَانِي إِلَّا أَحَبَّنِي. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٤٥٤٦)[1]

Terjemahan

Hadis ini dari Abu Katsir Yazid bin ‘Abdur Rahman, ia berkata: Abu Hurairah telah menceritakan kepadaku, ia berkata: “Dahulu saya sering mengajak ibu saya untuk masuk Islam ketika ia masih musyrik, pada suatu hari saya mengajaknya untuk masuk ke dalam Islam tetapi ia mengutarakan kata-kata yang tidak saya sukai tentang diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian saya datang menemui Rasulullah sambil menangis dan berkata: Ya Rasulullah, saya sering mengajak ibu saya untuk masuk Islam tetapi ia selalu menolak dan malah mengucapkan kepada saya kata-kata yang tidak saya sukai tentang engkau, oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar ibu saya mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya.” Setelah mendengar penjelasan saya Rasulullah langsung berdoa: “Ya Allah, berikanlah hidayah kepada ibu Abu Hurairah.” Lalu saya kembali ke rumah dengan perasaan gembira karena doa Rasulullah tersebut, setibanya di rumah saya mendapati pintu rumah masih tertutup, ibu saya mendengar derap langkah saya lalu berkata: “Hai Abu Hurairah, berhentilah sejenak.” Kemudian saya mendengar suara tumpahan air dan ternyata ibu saya sedang mandi, ia segera berpakaian dan mengenakan kerudung lalu membuka pintu seraya berkata: “Hai Abu Hurairah, sekarang aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Abu Hurairah berkata: “Lalu saya kembali lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saya datangi beliau sambil menangis karena perasaan gembira, saya berkata: ‘Ya Rasulullah, saya sungguh senang dan gembira, Allah telah mengabulkan doa engkau dan Allah telah memberikan hidayah-Nya kepada ibu saya.’” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji Allah dan mengucapkan syukur kepada-Nya. Saya berkata: “Ya Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah agar saya dan ibu saya mencintai orang-orang mukmin dan mereka juga mencintai kami.” Kemudian Rasulullah berdoa: “Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu yang kecil ini (yaitu Abu Hurairah dan ibunya) cinta kepada orang-orang mukmin serta jadikanlah mereka cinta kepada keduanya.” Maka tidak ada seorang mukmin yang mendengar nama saya dan tidak bertemu dengan saya melainkan ia mencintai saya.” (HR. Muslim 4546).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam berdakwah, khususnya kepada keluarga sendiri. Abu Hurairah r.a. tidak pernah berhenti mengajak ibunya memeluk Islam meskipun berkali-kali mendapat penolakan. Ketika menghadapi kesulitan, beliau tidak membalas dengan kemarahan, melainkan memohon kepada Rasulullah SAW agar mendoakan ibunya. Doa Rasulullah SAW pun dikabulkan oleh Allah SWT, sehingga ibu Abu Hurairah memperoleh hidayah dan memeluk Islam. Peristiwa ini menunjukkan bahwa hidayah merupakan anugerah Allah SWT, sedangkan tugas seorang mukmin adalah terus berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada-Nya.

Selain itu, hadis ini memperlihatkan salah satu bentuk syukur yang dicontohkan oleh Rasulullah  SWT, yaitu memuji dan memanjatkan pujian kepada Allah SWT setelah menerima kabar gembira tentang masuk Islamnya ibu Abu Hurairah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap nikmat, terutama nikmat hidayah, hendaknya disambut dengan rasa syukur melalui pujian kepada Allah SWT dan pengakuan bahwa seluruh karunia berasal dari-Nya. Hadis ini juga mengajarkan bahwa seorang muslim dianjurkan memohon kepada Allah agar diberikan kecintaan kepada sesama orang beriman serta hidup dalam lingkungan yang dipenuhi kasih sayang dan persaudaraan. Dengan demikian, syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui doa, kesabaran, keteguhan dalam berdakwah, serta usaha mempererat ukhuwah Islamiah.

Referensi

1. Abū al-Ḥusain Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qusyairī al-Naisābūrī, Shahih Muslim (Mesir: Maktabah al-Shafā, 2004), Juz 7, h. 362.

Komentar 0