Hadis tentang Perbuatan Baik Dapat Mendatangkan Syukur dari Allah SWT
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ وَقَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٣٥٣٨)[1]
Terjemahan
Hadis ini dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan lalu menemukan ranting berduri di tengah jalan kemudian dia menyingkirkan ranting tersebut hingga Allah bersyukur kepadanya lalu mengampuni dosa-dosanya.” Lalu beliau bersabda: “Syuhada’ itu ada lima macam: meninggal karena penyakit kolera, orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang meninggal karena reruntuhan, dan orang yang syahid karena berjuang di jalan Allah ‘azza wajalla.” (HR. Muslim 3538).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap amal kebaikan, sekalipun terlihat sederhana, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menyingkirkan ranting berduri dari jalan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan orang lain. Karena keikhlasan perbuatan tersebut, Allah SWT memberikan penghargaan dengan menerima amalnya dan mengampuni dosa-dosanya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai perbuatan yang membawa manfaat bagi sesama, meskipun dilakukan dalam hal yang tampak kecil. Selain itu, hadis ini menunjukkan luasnya rahmat dan penghargaan Allah SWT kepada hamba-Nya yang berbuat baik. Ungkapan bahwa Allah SWT "bersyukur" kepada hamba-Nya dipahami sebagai bentuk penghargaan, penerimaan, dan pemberian balasan yang berlipat ganda atas amal saleh yang dilakukan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya ampunan dan rahmat Allah SWT. Dengan demikian, hadis ini mendorong setiap mukmin untuk senantiasa berbuat baik, memberikan manfaat kepada orang lain, serta mengharapkan balasan hanya dari Allah SWT.
Referensi
1. Abū al-Ḥusain Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qusyairī al-Naisābūrī, Shahih Muslim (Mesir: Maktabah al-Shafā, 2004), Juz 6, h. 274.

Komentar 0