40 HADIS SYUKUR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Rasa Senang terhadap Suatu Hal Diwujudkan dengan Sujud Syukur

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاهُ أَمْرٌ فَسُرَّ بِهِ فَخَرَّ لِلَّهِ سَاجِدًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ بَكَّارِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ رَأَوْا سَجْدَةَ الشُّكْرِ وَبَكَّارُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيِّ: ١٥٠٣)[1]

Terjemahan

Hadis ini dari Abu Bakrah, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapatkan perintah yang membuat beliau senang lalu beliau sujud syukur.” Abu Isa berkata: “Hadits ini derajatnya hasan gharib dan kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Bakkar bin Abdul Aziz dari jalur ini, kebanyakan para ulama mengamalkan hadits ini dan mereka melihat adanya anjuran sujud syukur, Bakkar bin Abdul Aziz bin Bakrah adalah seorang muqaribul hadits.” (HR. Tirmidzi 1503).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa sujud syukur merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan ketika seorang muslim memperoleh nikmat, kabar gembira, atau terhindar dari suatu musibah. Rasulullah SAW memberikan teladan dengan segera bersujud kepada Allah SWT ketika menerima sesuatu yang menggembirakan. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa setiap kebahagiaan dan keberhasilan yang diraih hendaknya dikembalikan kepada Allah SWT sebagai sumber segala nikmat. Dengan demikian, rasa syukur tidak hanya diungkapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk ibadah yang mencerminkan kerendahan hati di hadapan-Nya. Selain itu, hadis ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak larut dalam kegembiraan hingga melupakan Allah SWT. Sebaliknya, setiap nikmat yang diterima harus menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Sujud syukur menjadi bukti pengakuan bahwa segala karunia berasal dari Allah SWT dan hanya kepada-Nya segala pujian dipersembahkan. Oleh karena itu, hadis ini mendorong umat Islam agar senantiasa membiasakan diri bersyukur atas setiap nikmat, baik yang besar maupun yang kecil, sehingga rasa syukur tersebut dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan sikap rendah hati, serta mengundang tambahan nikmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Referensi

1. Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā al-Tirmiżī, Sunan al-Tirmiżī (Beirut: Dār al-Fikr, 2005), Juz 3, h. 289.

Komentar 0