Hadis tentang Hijrah sebagai Bagian dari Amal Terbaik (Iman dan Jihad)
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ الْخَثْعَمِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ لَا شَكَّ فِيهِ وَجِهَادٌ لَا غُلُولَ فِيهِ وَحَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ قِيلَ فَأَيُّ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ قَالَ طُولُ الْقُنُوتِ قِيلَ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ جُهْدُ الْمُقِلِّ قِيلَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ هَجَرَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قِيلَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ جَاهَدَ الْمُشْرِكِينَ بِمَالِهِ وَنَفْسِهِ قِيلَ فَأَيُّ الْقَتْلِ أَشْرَفُ قَالَ مَنْ أُهَرِيقَ دَمُهُ وَعُقِرَ جَوَادُهُ. (رواه النسائي: ٢٥٢٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari 'Abdullah ibn Hubshi al-Khath'ami, bahwa Nabi, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, ditanya: amal manakah yang terbaik? Rasulallah menjawab: iman tanpa keraguan, jihad tanpa pengkhianatan, dan haji yang diterima. Kemudian ditanyakan, “shalat manakah yang terbaik?” Rasulalah menjawab, “shalat yang paling lama berdiri.” Kemudian ditanyakan, “sedekah manakah yang terbaik?” Rasulallah menjawab, “usaha orang yang sedikit hartanya.” Kemudian ditanyakan, “hijrah manakah yang terbaik?” Rasulallah menjawab, “hijrah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah yang maha agung.” Kemudian ditanyakan, “jihad manakah yang terbaik?” dia berkata, “orang yang berjuang melawan kaum musyrik dengan harta dan nyawanya.” Kemudian ditanyakan, “pembunuhan manakah yang paling mulia?” dia menjawab, “orang yang darahnya tertumpah dan kudanya lumpuh”. (HR al-Nasa’i: 2525)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menerangkan bahwa jihad yang paling utama adalah perjuangan yang dilakukan dengan harta dan jiwa demi menegakkan agama Allah. Hal ini menunjukkan besarnya nilai pengorbanan dalam membela kebenaran dan memperjuangkan kemaslahatan umat sesuai dengan tuntunan Islam. Hadis ini mengajarkan bahwa amalan terbaik meliputi iman yang kokoh, ibadah yang ikhlas, sedekah yang tulus, hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, serta perjuangan yang dilakukan dengan pengorbanan dan kejujuran. Seluruh amalan tersebut menunjukkan bahwa kualitas amal di sisi Allah sangat ditentukan oleh keikhlasan, keteguhan iman, dan kesungguhan dalam menjalankannya.
Referensi
- Imam al-Hafiz Abi Abdurrahman Ahmad bin Syua’ib bin Ali Al-Khurasani An-Nasai, Sunan An-Nasai, Bab 5, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 61.

Komentar 0