40 HADIS HIJRAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hijrah berlangsung Selama Taubat Masih Ada

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ حَتَّى تَنْقَطِعَ التَّوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ التَّوْبَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ». (رواه ابو داود: ٢٤٨١)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Muawiyah, yang berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “hijrah tidak akan berhenti sampai taubat berhenti, dan taubat tidak akan berhenti sampai matahari terbit dari barat”. (HR. Abu Dawud: 2481)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa pintu hijrah dan taubat tetap terbuka bagi umat manusia hingga datangnya salah satu tanda besar kiamat, yaitu terbitnya matahari dari arah barat. Selama tanda tersebut belum terjadi, setiap orang masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT. Hadis ini mengajarkan bahwa makna hijrah tidak hanya terbatas pada perpindahan tempat sebagaimana yang terjadi pada masa awal Islam, tetapi juga mencakup perpindahan dari perbuatan maksiat menuju ketaatan, dari keburukan menuju kebaikan, serta dari kehidupan yang jauh dari Allah menuju kehidupan yang lebih dekat kepadanya. Oleh karena itu, hijrah merupakan proses yang dapat dilakukan oleh setiap muslim sepanjang hidupnya. Selain itu, hadis ini menunjukkan luasnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Allah selalu membuka kesempatan bagi hambanya untuk bertaubat, beristighfar, dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Referensi

  1.  Abu Daud Sulaiman, Sunan Abu Daud (Beirut: Dar al-Fikr, 1994). Juz 5, h 340.

Komentar 0