Hadis tentang Hijrah Berubah menjadi Jihad dan Niat
Hadis
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ افْتَتَحَ مَكَّةَ: لَا هِجْرَةَ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ, وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا, فَإِنَّ هَذَا بَلَدٌ حَرَّمَ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ, وَهُوَ حَرَامٌ بِحَرَامِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ, وَلاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يُفْتِحَ عَلَيْهِ قَتَلاً, وَلاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يَقْطَعَ شَوْكَهُ, وَلاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يَطْلُبَ فِيهِ لَقَلَقاً, وَلاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ فُؤُودَهُ, فَقَالَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: رَضِي اللَّهُ عَنْهُ, إلاَّ الإِّذْخِيرَ, فَإِنَّهُ لِبَيَاضِهِمْ وَبُيُوتِهِمْ, فَقَالَ: إلاَّ الإِّذْخِيرَ. (رواه البخاري: ٣٠٧٧)[١]
Terjemahan
Hadis dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Nabi SAW bersabda pada hari penaklukan Makkah, “tidak ada lagi hijrah (dari Makkah ke Madinah), tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Apabila kalian diperintahkan untuk berangkat (berjihad), maka berangkatlah. Sesungguhnya negeri ini (Makkah) telah Allah jadikan tanah suci sejak dia menciptakan langit dan bumi, dan kesuciannya akan tetap berlaku hingga hari kiamat. Tidak halal bagi siapa pun untuk menumpahkan darah di dalamnya, tidak halal menebang duri-durinya, tidak halal mengambil barang temuan di dalamnya kecuali untuk diumumkan kepada pemiliknya, dan tidak halal mengambil tumbuh-tumbuhannya.” Lalu Al-Abbas bin Abdul Muththalib RA berkata, “kecuali tumbuhan idzkhir, karena tumbuhan itu diperlukan untuk para pandai besi dan untuk rumah-rumah mereka.” Maka Nabi SAW bersabda, “kecuali tumbuhan Idzkhir”. (HR al-Bukhari: 3077)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa setelah terjadinya Fathu Makkah (penaklukan Makkah), kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah tidak lagi berlaku karena Makkah telah menjadi wilayah Islam. Namun, semangat pengorbanan dalam agama tetap diwujudkan melalui jihad dan niat yang ikhlas dalam menjalankan perintah Allah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa seorang muslim harus selalu siap memenuhi panggilan untuk membela agama dan menegakkan kebaikan apabila diperlukan. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan bahwa nilai utama yang ditekankan bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan kesungguhan niat dan pengabdian kepada Allah dalam setiap amal. Selain itu, hadis ini menegaskan kemuliaan dan kesucian Kota Makkah sebagai tanah haram yang telah ditetapkan Allah sejak penciptaan langit dan bumi hingga hari kiamat.
Referensi
- Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2007), Cet. ke-5, Juz 11, h 165.

Komentar 0