40 HADIS HIJRAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hijrah dari Dosa Siang dan Malam

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ-صلى الله عليه وسلم-قَالَ «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا». (رواه مسلم: ٧١٦٥)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Musa, berdasarkan riwayat Nabi SAW, yang bersabda: “sesungguhnya Allah yang maha perkasa dan maha agung mengulurkan tangannya di malam hari agar orang yang berdosa di siang hari dapat bertaubat, dan dia mengulurkan tangannya di siang hari agar orang yang berdosa di malam hari dapat bertaubat, hingga matahari terbit dari barat”. (HR Muslim: 7165)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan luasnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Rasulullah SAW. menerangkan bahwa Allah senantiasa membuka pintu taubat bagi orang-orang yang melakukan kesalahan, baik pada siang hari maupun malam hari. Ungkapan "Allah mengulurkan tangannya" menunjukkan betapa besar kemurahan dan kesiapan Allah untuk menerima taubat hamba-hambanya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Hadis ini juga mengajarkan bahwa kesempatan untuk bertaubat selalu tersedia selama manusia masih hidup dan sebelum datangnya tanda besar kiamat. Seseorang yang berbuat dosa pada siang hari dapat segera bertaubat pada malam harinya, begitu pula orang yang melakukan kesalahan pada malam hari dapat bertaubat pada siang harinya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak menutup pintu ampunan bagi hamba yang menyesali dosanya dan ingin memperbaiki diri. Selain itu, hadis ini memberikan harapan kepada setiap muslim agar tidak berputus asa karena dosa yang pernah dilakukan.

Referensi

  1.   Al-Imam Muslim, Shahih Muslim, (Beirut: Dar Al-kutub Al-Ilmiyah, 2008). Cet. ke-3, Juz 8, h 99.

Komentar 0