40 HADIS HIJRAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Niat sebagai Dasar Hijrah

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

أَخْبَرَنِى مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِىُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِىَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ - رضى الله عنه - عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
(رواه البخاري: ١)[١]

Terjemahan

Muhammad bin Ibrahim at-Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash al-Laitsi berkata: saya pernah mendengar Umar bin al-Khaththab diatas mimbar berkata: saya mendengar SAW  bersabda: semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan, barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan”. (HR al-Bukhari: 1)

Isi Kandungan Hadis

Hadis Bukhari No 1 yang diriwayatkan oleh Umar bin al-Khaththab ini merupakan salah satu hadis paling fundamental dalam Islam, bahkan sering disebut sebagai landasan utama dalam menilai amal. Hadis ini tercantum dalam Sahih al-Bukhari pada urutan pertama, yang menunjukkan betapa pentingnya konsep niat dalam ajaran Islam. Inti dari hadis ini adalah bahwa setiap perbuatan manusia tidak hanya dinilai dari bentuk lahirnya, tetapi sangat bergantung pada niat yang ada di dalam hati. Makna “segala amal tergantung niatnya” menunjukkan bahwa niat adalah penentu utama nilai suatu perbuatan di sisi Allah. Dua orang bisa melakukan perbuatan yang sama, tetapi mendapatkan nilai yang berbeda karena perbedaan niat. Misalnya, seseorang yang belajar dengan niat mencari ilmu karena Allah akan mendapatkan pahala, sementara yang belajar hanya untuk pujian atau keuntungan duniawi tidak mendapatkan nilai ibadah. Hal ini menegaskan bahwa Islam sangat menekankan aspek batin (niat), bukan sekadar tindakan lahiriah.

Referensi

  1.  Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2007), Cet. ke-5, Juz 1, h 4.


Komentar 0