40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Kedudukan dan Hak Ayah Dalam Islam

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَالًا وَوَلَدًا وَإِنَّ أَبِي يُرِيدُ أَنْ يَجْتَاحَ مَالِي فَقَالَ أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ: ٢٢٨٢)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Jabir bin Abdullah bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikan bahwa ia memiliki harta dan anak sementara ayahnya membutuhkan hartanya, kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa laki-laki tersebut beserta hartanya adalah milik ayahnya.”(HR Ibnu Majah: 2282)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa menghormati saudara, sahabat, dan kerabat orang tua termasuk bentuk bakti. Hal ini menunjukkan rasa hormat terhadap hubungan yang dijaga oleh orang tua semasa hidupnya. Anak harus menjaga silaturahmi keluarga. Sikap ini mendatangkan keberkahan. Hadis ini menceritakan kasus seorang laki-laki yang memiliki harta dan anak namun ayahnya hendak mengambil hartanya, lalu Nabi SAW menegaskan bahwa anak beserta hartanya adalah milik ayahnya. Prinsip ini menunjukkan luasnya hak ayah atas anak, termasuk dalam hal harta benda, sebagai balasan atas pengorbanan ayah dalam mencari nafkah dan membesarkan anaknya. Meskipun demikian, hak ini tetap harus disertai dengan kebijaksanaan agar tidak menimbulkan kezaliman terhadap anak dan keluarganya sendiri. Hadis ini mengajarkan keseimbangan antara penghormatan kepada ayah dengan tanggung jawab anak terhadap istri dan anak-anaknya sendiri. Dengan memahami hadis ini, seorang anak akan lebih bijak dalam mengelola hartanya untuk memenuhi hak orang tua tanpa mengabaikan kewajiban lain dalam hidupnya.

Referensi

1. Sunan Ibn Majah, karya Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibn Majah, Sunan Ibn Majah (Beirut: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, t.th.), juz.2, h.769.

Komentar 0