40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Kedudukan Durhaka kepada Orang Tua dalam Islam

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ وَقَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيّ ُ: ٢٤٦٠)[1]

Terjemahan

“Hadis dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya RA bahwa Nabi SAW bertanya kepada para sahabat tentang kesediaan mereka untuk mengetahui dosa besar yang paling besar, kemudian Nabi SAW mengulangi pertanyaan tersebut sebanyak tiga kali, lalu para sahabat menjawab bahwa mereka bersedia, sehingga Nabi SAW menjelaskan bahwa dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah SWT dan durhaka kepada kedua orang tua, kemudian Nabi SAW yang sebelumnya dalam keadaan berbaring duduk dan menambahkan bahwa ucapan keji atau dusta termasuk dosa besar, serta Nabi SAW terus mengulanginya hingga para sahabat berharap agar Nabi SAW berhenti, dan Isma‘il bin Ibrahim juga meriwayatkan dari Al Jurairiy dari ‘Abdurrahman dengan riwayat yang serupa.”(HR al-Bukhari: 2460)

Isi kandungan Hadis

Hadis ini menegaskan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar dalam Islam. Perbuatan ini sangat dibenci Allah SWT karena menunjukkan sikap tidak tahu balas jasa. Anak harus menjauhi perkataan kasar, sikap membangkang, dan perilaku yang menyakiti hati orang tua. Berbakti harus diutamakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengulangan pertanyaan Nabi SAW  sebanyak tiga kali tentang dosa besar yang paling besar, disertai sikap Nabi SAW yang bangkit dari posisi berbaring, menunjukkan betapa seriusnya peringatan terhadap dosa syirik, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta. Para sahabat yang berharap Nabi SAW berhenti mengulang-ulang peringatan tersebut menggambarkan betapa beratnya dampak emosional dari penekanan Nabi SAW terhadap bahaya dosa ini. Hadis ini mengingatkan bahwa kedurhakaan kepada orang tua bukan hanya persoalan akhlak biasa, melainkan persoalan akidah yang berkaitan langsung dengan keimanan seorang muslim. Dengan memahami kandungan hadis ini secara mendalam, setiap anak diharapkan semakin berhati-hati dalam bersikap kepada orang tuanya.

Referensi

1. Shahih al-Bukhari, karya Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari, Shahih al-Bukhari (Beirut: Dar Ibn Kathir, cet. ke-1, 2002), juz.9, h.445.

Komentar 0