40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Berbakti pada Orang Tua Membantu Menolak Musibah

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَرَجَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَمْشُونَ فَأَصَابَهُمْ الْمَطَرُ فَدَخَلُوا فِي غَارٍ فِي جَبَلٍ فَانْحَطَّتْ عَلَيْهِمْ صَخْرَةٌ قَالَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ادْعُوا اللَّهَ بِأَفْضَلِ عَمَلٍ عَمِلْتُمُوهُ فَقَالَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ إِنِّي كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ فَكُنْتُ أَخْرُجُ فَأَرْعَى ثُمَّ أَجِيءُ فَأَحْلُبُ فَأَجِيءُ بِالْحِلَابِ فَآتِي بِهِ أَبَوَيَّ فَيَشْرَبَانِ ثُمَّ أَسْقِي الصِّبْيَةَ وَأَهْلِي وَامْرَأَتِي فَاحْتَبَسْتُ لَيْلَةً فَجِئْتُ فَإِذَا هُمَا نَائِمَانِ قَالَ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ رِجْلَيَّ فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمَا حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا فُرْجَةً نَرَى مِنْهَا السَّمَاءَ قَالَ فَفُرِجَ عَنْهُمْ وَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ أُحِبُّ امْرَأَةً مِنْ بَنَاتِ عَمِّي كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرَّجُلُ النِّسَاءَ فَقَالَتْ لَا تَنَالُ ذَلِكَ مِنْهَا حَتَّى تُعْطِيَهَا مِائَةَ دِينَارٍ فَسَعَيْتُ فِيهَا حَتَّى جَمَعْتُهَا فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا قَالَتْ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلَّا بِحَقِّهِ فَقُمْتُ وَتَرَكْتُهَا فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا فُرْجَةً قَالَ فَفَرَجَ عَنْهُمْ الثُّلُثَيْنِ وَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا بِفَرَقٍ مِنْ ذُرَةٍ فَأَعْطَيْتُهُ وَأَبَى ذَاكَ أَنْ يَأْخُذَ فَعَمَدْتُ إِلَى ذَلِكَ الْفَرَقِ فَزَرَعْتُهُ حَتَّى اشْتَرَيْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَرَاعِيهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَعْطِنِي حَقِّي فَقُلْتُ انْطَلِقْ إِلَى تِلْكَ الْبَقَرِ وَرَاعِيهَا فَإِنَّهَا لَكَ فَقَالَ أَتَسْتَهْزِئُ بِي قَالَ فَقُلْتُ مَا أَسْتَهْزِئُ بِكَ وَلَكِنَّهَا لَكَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا فَكُشِفَ عَنْهُمْ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٢١٠٢)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Ibnu ‘Umar RA bahwa Nabi SAW menjelaskan bahwa tiga orang laki-laki berjalan lalu mereka kehujanan sehingga mereka masuk ke dalam sebuah gua di gunung, kemudian sebuah batu menutup pintu gua tersebut, lalu salah seorang dari mereka mengusulkan kepada yang lain untuk berdoa kepada Allah SWT dengan perantaraan amal terbaik yang pernah mereka lakukan, kemudian orang pertama menyampaikan bahwa ia memiliki kedua orang tua yang sudah renta dan ia selalu mendahulukan keduanya dalam memberi minum susu sebelum anak, keluarga, dan istrinya, bahkan ketika keduanya tertidur ia tetap menunggu hingga fajar tanpa membangunkannya, sehingga ia berdoa kepada Allah SWT agar dibukakan jalan, maka terbukalah sedikit celah, kemudian orang kedua menyampaikan bahwa ia sangat mencintai seorang wanita dan hampir berbuat dosa dengannya setelah mengumpulkan uang, namun ia mengurungkan niatnya karena takut kepada Allah SWT, sehingga ia berdoa kepada Allah SWT agar dibukakan jalan, maka terbukalah dua pertiga dari batu tersebut, kemudian orang ketiga menyampaikan bahwa ia pernah mempekerjakan seseorang dan mengembangkan upahnya hingga menjadi harta yang banyak lalu ia menyerahkan seluruhnya kepada orang tersebut tanpa mengurangi sedikit pun, sehingga ia berdoa kepada Allah SWT agar dibukakan jalan, maka Allah SWT membukakan jalan sepenuhnya hingga mereka keluar dari gua tersebut.” (HR al-Bukhari: 2102)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menunjukkan bahwa amal berbakti kepada orang tua dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah SWT dan terhindarnya seseorang dari kesulitan besar. Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua ini mengajarkan konsep tawassul bil a’mal shalihah, yaitu berdoa kepada Allah SWT dengan perantaraan amal-amal saleh yang pernah dikerjakan dengan ikhlas. Di antara ketiga amal tersebut, mendahulukan orang tua dalam memberi minum susu sebelum anak dan istri menjadi amal pertama yang disebutkan dan langsung membuka sedikit celah pada batu yang menutup gua. Hal ini menunjukkan bahwa birrul walidain memiliki kedudukan istimewa di antara amal-amal saleh lainnya sebagai sebab terkabulnya doa dan datangnya pertolongan Allah SWT. Kesabaran sang anak yang rela menahan rasa lelah hingga menjelang fajar demi tidak membangunkan kedua orang tuanya yang sedang tidur menggambarkan puncak kelembutan dan kasih sayang seorang anak. Hadis ini menjadi pelajaran bahwa keikhlasan dalam berbakti kepada orang tua, sekecil apa pun bentuknya, dapat membawa keberkahan besar dalam kehidupan seseorang. Dengan demikian, setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap bentuk baktinya kepada orang tua.

Referensi

1. Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari, Shahih al-Bukhari (Beirut: Dar Ibn Kathir, cet. ke-1, 2002), juz. 2, h.771.

Komentar 0