Hadis tentang Doa Setelah Wudhu (Tambahan)
Hadis
عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، وَأَبِي عُثْمَانَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ :٧٨)[١]
Terjemahan
Hads dari Abu Idris al-Khaulani dan Abu Utsman an-Nahdi, dari Umar bin Khattab, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci. Maka dibukakan untuknya delapan pintu surga, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.’”(HR. al-Tirmidzi No: 78)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab RA. ini mengandung penjelasan mengenai keutamaan spiritual yang luar biasa di balik penyempurnaan wudhu yang diiringi dengan zikir tauhid. Secara hukum dan amalan, hadis ini menetapkan sunah untuk membaca doa setelah berwudhu yang menggabungkan dua unsur utama: kesaksian iman (syahadat) dan permohonan pembersihan diri (taubat). Janji Rasulullah SAW. bahwa bagi siapa saja yang mengamalkannya akan dibukakan delapan pintu surga memberikan motivasi besar bahwa amalan yang tampak ringan secara fisik ini memiliki bobot yang sangat berat di timbangan akhirat, sekaligus menunjukkan luasnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin.
Referensi
1. Muhammad bin Isa al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi , Kitab al-Thaharah, Bab Ma Ja'a fi al-Adab fi al-Wudhu, No.78.

Komentar 0