Hadis tentang wudu di atas wudhu (Memperbarui)
Hadis
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادٍ – قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَأَنَا لِحَدِيثِ ابْنِ يَحْيَى أَتْقَنُ – عَنْ غُطَيْفٍ - وَقَالَ مُحَمَّدٌ عَنْ أَبِى غُطَيْفٍ الْهُذَلِىِّ - قَالَ كُنْتُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَلَمَّا نُودِىَ بِالظُّهْرِ تَوَضَّأَ فَصَلَّى فَلَمَّا نُودِىَ بِالْعَصْرِ تَوَضَّأَ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهَذَا حَدِيثُ مُسَدَّدٍ وَهُوَ أَتَمُّ.(رَوَاهُ اَبِي دَاوُدْ :٩٥)[١]
Terjemahan
Abdurrahman bin Ziyad Telah menceritakan kepada kami, berkata: Abdurrahman bin Ziyad , Abu Dawud berkata: aku lebih teliti terhadap hadis Ibnu Yahya dari Ghutayf (dan Muhammad berkata: dari Abu Ghutayf al-Hudzali), ia berkata: aku berada bersama Abdullah bin Umar. Ketika dikumandangkan azan Zuhur, beliau berwudhu lalu salat. Kemudian ketika dikumandangkan azan Asar, Nabi SAW berwudhu lagi. Maka aku berkata kepadanya (tentang hal itu), lalu Nabi SAW menjawab: ‘Rasulullah saw bersabda: Barang siapa berwudhu dalam keadaan suci (sudah dalam keadaan berwudhu), maka Allah akan menuliskan baginya sepuluh kebaikan.” Abu Dawud berkata: ‘Ini adalah riwayat Musaddad, dan ia lebih lengkap.’’(HR. Abu Dawud No: 95)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA. melalui jalur Abu Ghutayf al-Hudzali ini mengandung penjelasan mengenai keutamaan memperbarui wudhu (tajdidul wudhu) meskipun seseorang masih dalam keadaan suci. Secara hukum, hadis ini menunjukkan bahwa berwudhu kembali sebelum melaksanakan salat berikutnya—sekalipun wudhu sebelumnya belum batal—adalah amalan yang sangat dianjurkan dan bernilai ibadah tinggi. Rasulullah SAW memberikan motivasi spiritual berupa sepuluh kebaikan bagi siapa saja yang menjaga kesuciannya dengan cara ini. Tindakan Ibnu Umar RA. yang selalu berwudhu setiap kali mendengar azan, meskipun ia belum berhadas, mencerminkan semangat para sahabat dalam mengejar kesempurnaan cahaya kesucian dan melipatgandakan pahala di sisi Allah SWT.
Referensi
1. Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats, Sunan Abi Dawud , Kitab al-Thaharah, Bab al-Wudhu min Ghairi Hadatsin, No.95.

Komentar 0