40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tenteng Ancaman bagi Tumit yang Kering ketika Berwudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا، فَأَدْرَكَنَا - وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلاَةُ - وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ: «وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»، مَرَّتَيْنِ، أَوْ ثَلاَثًا".(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ :١٦١)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Nabi saw pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan bersama Nabi SAW. Kemudian ia menyusul kami, sedangkan waktu salat hampir habis dan kami sedang berwudu. Saat itu kami hanya mengusap kaki-kaki kami (tidak membasuhnya dengan sempurna). Maka Nabi SAW  berseru dengan suara keras:‘Celakalah tumit-tumit dari api neraka!’Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali.”(HR. al-Bukhari No: 162)

Isi Kandungan Hadis

Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr ra ini mengandung peringatan tegas mengenai pentingnya membasuh anggota wudu secara menyeluruh, terutama dalam situasi yang tergesa-gesa. Isi utamanya menyoroti kesalahan para sahabat yang saat itu hanya mengusap kaki secara ringan karena sempitnya waktu shalat, sehingga Rasulullah saw perlu menghafalkan praktik tersebut dengan seruan yang keras dan berulang-ulang. Tindakan Nabi saw ini menegaskan bahwa membasuh kaki hingga merata (termasuk tumit) adalah rukun wudu yang wajib dan tidak boleh diganti hanya dengan usapan tipis yang tidak merata. Ancaman "api neraka" dalam hadis ini menjadi peringatan keras bahwa ketidaksempurnaan dalam bersuci dapat mengakibatkan tidak sahnya ibadah shalat dan mendatangkan konsekuensi dosa di akhirat.

Referensi

1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab Ghasl al-Rijlain, No.Hadis 161.

Komentar 0