40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Salat dua Rakaat setelah Wudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَزِيدَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ: أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- دَعَا بِإِنَاءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَغَسَلَهُمَا، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْإِنَاءِ، فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمَرَافِقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ). وَعَنْ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: قَالَ صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ، قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَلَكِنَّ عُرْوَةَ يُحَدِّثُ عَنْ حُمْرَانَ، فَلَمَّا تَوَضَّأَ قَالَ: أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا؟ لَوْلَا آيَةٌ مَا حَدَّثْتُكُمُوهُ، سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (لَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ يُحْسِنُ وُضُوءَهُ، وَيُصَلِّي الصَّلَاةَ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ حَتَّى يُصَلِّيَ( رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:١٨٣٢)[١]

Terjemahan

Hadis dari Ibrahim bin Sa‘d telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, bahwa ‘Atha’ bin Yazid mengabarkan kepadanya, bahwa Humran, bekas budak Utsman bin Affan, mengabarkan kepadanya: Ia melihat Utsman bin Affan meminta air untuk berwudhu. Lalu Nabi SAW menuangkan air ke kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian mencucinya. Setelah itu Nabi SAW memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, kemudian mengeluarkannya. Setelah itu beliau membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya sampai siku tiga kali, lalu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kaki tiga kali. Setelah itu ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian salat dua rakaat tanpa memikirkan hal lain dalam keduanya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Dan dari Ibrahim, ia berkata: Shalih bin Kaisan berkata, Ibnu Syihab berkata: Akan tetapi ‘Urwah meriwayatkan dari Humran, bahwa ketika Utsman bin Affan selesai berwudhu, beliau berkata:
“Tidakkah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadis? Seandainya bukan karena satu ayat, niscaya aku tidak akan menceritakannya kepada kalian. Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Tidaklah seseorang berwudhu dengan baik lalu ia melaksanakan salat, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya antara dua salat hingga ia menunaikannya.(HR.al- Bukhari No: 1832)

Isi Kandungan Hadis

Hadis yang diriwayatkan oleh Humran mengenai praktik wudhu Utsman bin Affan RA. ini merupakan salah satu dalil paling komprehensif yang menjelaskan tata cara wudhu Nabi SAW secara terperinci sekaligus keutamaannya yang luar biasa. Secara hukum, hadis ini merinci urutan wudhu mulai dari mencuci telapak tangan, berkumur (madmadah), menghirup air ke hidung (istinshaq), membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, hingga membasuh kaki sampai mata kaki. Kandungan spiritual yang paling mendalam dari hadis ini adalah janji pengampunan dosa-dosa yang lalu bagi siapa saja yang mampu memadukan kesempurnaan bersuci secara lahiriah dengan kekhusyukan batiniah, yaitu melaksanakan salat dua rakaat tanpa memikirkan urusan duniawi yang mengganggu.

Referensi

1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab al-Wudhu Salatsan Salatsan, No. 1832.

Komentar 0