Hadis tentang sempurnakan wudhu (Isbagh)
Hadis
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ - وَكَانَ يَمُرُّ بِنَا وَالنَّاسُ يَتَوَضَّئُونَ مِنَ الْمَطْهَرَةِ - قَالَ: أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ، فَإِنَّ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ".( رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:٧٣)[١]
Terjamahan
Hadis dari Muhammad bin Ziyad telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ketika beliau melewati kami sementara orang-orang sedang berwudhu dari tempat air berkata: ‘Sempurnakanlah wudhu kalian, karena sesungguhnya Abu Qasim Nabi SAW bersabda: “Celakalah tumit-tumit yang tidak terkena air wudhu dari api neraka.(HR. al-Bukhari No: 73)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra ini mengandung peringatan keras sekaligus edukasi mengenai pentingnya ketelitian dalam berwudhu. Secara hukum, hadis ini menegaskan kewajiban Isbaghul Wudhu (menyempurnakan wudhu), yaitu memastikan udara mengenai seluruh permukaan anggota tubuh yang wajib dibasuh tanpa ada sedikit pun bagian yang terlewat. Penggunaan kalimat ancaman “Celakalah heel-tumit… dari api neraka” menunjukkan bahwa kejahatan dalam membasuh bagian tubuh yang sulit terjangkau, seperti sepatu hak, dapat membatalkan keabsahan wudhu. Jika wudhu seseorang tidak sah, maka salat yang dilakukannya pun menjadi tidak sah, sehingga hal ini dianggap sebagai perkara besar yang dapat membawa pelakunya pada ancaman siksa di akhirat.
Referensi
1. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab Ghasli al-A'qab, No.73.

Komentar 0