Hadis tentang menjaga wudhu (Ciri Mukmin)
Hadis
عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِى الْجَعْدِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ »
(رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ:٣٤٢)[١]
(رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ:٣٤٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Sufyan Telah menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Salim bin Abi al-Ja‘d, dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Beristiqamahlah kalian (di jalan yang lurus), namun kalian tidak akan mampu menghitung (kesempurnaan amal secara penuh). Ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah salat. Dan tidaklah menjaga wudhu kecuali seorang mukmin.’’(HR. Ibnu Majah No: 342)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Tsauban RA . ini mengandung pesan mendalam tentang istiqamah, prioritas ibadah, dan hakikat iman yang dikaitkan dengan kesucian. Secara maknawi, Rasulullah SAW memberikan arahan agar umatnya selalu berusaha berada di jalan yang lurus (istiqamah), meski beliau menyadari bahwa manusia tidak akan pernah mampu mencapai kesempurnaan amal secara mutlak. Hadis ini juga menetapkan salat sebagai amal terbaik karena merupakan tiang agama dan sarana komunikasi paling dekat antara hamba dengan Tuhannya. Yang paling istimewa, Nabi SAW menjadikan kebiasaan menjaga wudhu sebagai indikator atau barometer keimanan seseorang; sebab wudhu adalah ibadah yang bersifat rahasia antara hamba dan Allah, di mana tidak ada yang benar-benar mengetahuinya kecuali orang yang memiliki iman yang tulus di hatinya.
Referensi
1, Muhammad bin Yazid Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah , Kitab al-Thaharah wa Sunanuha, Bab al-Muhafadzah 'ala al-Wudhu'i, No.342.

Komentar 0