Hadis tentang Kebaikan itu adalah Akhlak yang Baik
Hadis
عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: اْلبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ رضي الله عنه ، قَالَ: أَتَيْتُ النبي صلى الله عليه وسلم ، فَقَالَ: جِئْت تَسْأَلُ عَنِ اْلبِرِّ ؟ قُلْتُ: نَعَمْ؛ قَالَ: اسْتَفْتِ قَلْبَكَ؛ اْلبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ اْلقَلْبُ، وَالإِثْمُ مَاحَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ.
(رواه مسلم: ٢٥٥٣)
Terjemahan
Hadis dari Wabishah bin Ma’bad radhiyallahu ‘anhu dia berkata: ‘aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan ?” aku menjawab: “ya,” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “mintalah fatwa kepada hatimu, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan kejelekan (dosa) itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwa dan membimbangkan dada meskipun manusia telah berulang kali memberi fatwa kepadamu.”(HR Muslim: 2553)
Isi Kandungan Hadis
Rasulullah SAW menegaskan bahwa puncak dari segala kebaikan (al-birr) mewujud pada keluhuran akhlak, yang mencakup hubungan baik kepada Allah maupun interaksi sosial yang membawa kedamaian bagi sesama manusia. Sebaliknya, syariat memberikan barometer yang sangat peka terhadap perbuatan dosa (al-itsmu), yaitu munculnya rasa resah, bimbang, dan ketidaktenangan di dalam dada, disertai adanya ketakutan atau rasa malu jika perilaku buruk tersebut terbongkar dan diketahui oleh orang lain. Lebih jauh lagi, melalui kisah sahabat Wabishah, Nabi SAW mengajarkan pentingnya mengasah kepekaan hati nurani yang bersih (istifta' al-qalb) sebagai kompas batin dalam menilai sebuah perkara syubhat. Ketetapan hati yang dipenuhi cahaya iman ini tetap menjadi rujukan utama yang mendatangkan ketenteraman jiwa, bahkan ketika orang-orang di sekitar memberikan fatwa atau pembenaran yang bertolak belakang dengan kebenaran hakiki.

Komentar 0