40 HADIS AKHLAK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis akhlak, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis

tantriaarny

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS AKHLAK

Penyusun: tantriaarny

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Tidak Mencela Makanan termasuk Akhlak Terpuji

Disusun oleh: tantriaarny (@tantriaarny) · Bagian dari 40 HADIS AKHLAK

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ طَعَامًا قَطُّ كَانَ إِذَا اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلاَّ تَرَكَهُ.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.‏ وَأَبُو حَازِمٍ هُوَ الأَشْجَعِيُّ الْكُوفِيُّ وَاسْمُهُ سَلْمَانُ مَوْلَى عَزَّةَ الأَشْجَعِيَّةِ.
 (رواه الترمذي: ٢٠٣١)

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, yang berkata: 'Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika Rasulullah SAW menyukai makanan tersebut, maka Rasulullah SAW akan memakannya. Namun jika tidak menyukainya, maka Rasulullah SAW akan meninggalkannya.' Abu Isa (Imam At-Tirmidzi) berkata: hadis ini adalah hadis hasan sahih. Dan Abu Hazim adalah Al-Asyja'i Al-Kufi, nama aslinya adalah Salman, mantan budak milik Azzah Al-Asyja'iyyah." (HR.Tirmidzi: 2031)

Isi Kandungan Hadis

 hadis ini menjelaskan tentang puncak keluhuran akhlak Rasulullah SAW dalam menghargai nikmat serta menjaga perasaan orang yang menyediakan makanan. Melalui penuturan sahabat Abu Hurairah, hadis ini membuktikan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mulia untuk tidak pernah melontarkan kritik, celaan, atau menunjukkan wajah masam terhadap hidangan apa pun yang disuguhkan di hadapan Rasulullah SAW. Sebagai gantinya, Rasulullah SAW memberikan solusi praktis yang sangat bijaksana, yaitu tetap menyantap hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur jika memang sesuai dengan selera, atau cukup meninggalkannya dengan sopan tanpa perlu mengeluarkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan juru masak atau tuan rumah jika tidak menyukainya. Secara sosial, kandungan teks suci ini mendidik umat Islam untuk senantiasa mengedepankan empati, menekan keegoisan lidah, serta memperlakukan setiap bentuk rezeki pemberian Allah dengan penuh penghormatan.

Komentar 0