Hadis tentang Kerendahan Hati Rasulullah SAW dalam Melayani Umat
Hadis
عَنْ أَنَسِ، بْنِ مَالِكٍ قَالَ ذَهَبْتُ بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الأَنْصَارِيِّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ حِينَ وُلِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ فِي عَبَاءَةٍ يَهْنَأُ بَعِيرًا لَهُ فَقَالَ " هَلْ مَعَكَ تَمْرٌ " . فَقُلْتُ نَعَمْ . فَنَاوَلْتُهُ تَمَرَاتٍ فَأَلْقَاهُنَّ فِي فِيهِ فَلاَكَهُنَّ ثُمَّ فَغَرَ فَا الصَّبِيِّ فَمَجَّهُ فِي فِيهِ فَجَعَلَ الصَّبِيُّ يَتَلَمَّظُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ حُبُّ الأَنْصَارِ التَّمْرَ . وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ
(رواه مسلم: ٢١٤٤)
Terjemahan
Hadis dari Anas bin Malik, yang berkata: Aku pergi membawa Abdullah bin Abi Thalhah Al-Anshari menemui Rasulullah SAW ketika Abdullah baru saja dilahirkan. Saat itu Rasulullah SAW sedang mengenakan kain jubah kasar dan sedang melumuri unta milik Rasulullah SAW dengan minyak obat. Rasulullah SAW bertanya: "apakah kamu membawa kurma?" Aku menjawab: "ya." Lalu aku menyerahkan beberapa butir kurma kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memasukkan kurma-kurma tersebut ke dalam mulut Rasulullah SAW lalu mengunyahnya. Setelah itu Rasulullah SAW membuka mulut bayi tersebut dan menyemburkan kunyahan kurma tadi ke dalam mulut si bayi. Bayi itu pun mulai menggerak-gerakkan lidahnya mengecap manisnya kurma. Maka Rasulullah SAW bersabda: "kesukaan orang Ansar adalah buah kurma." Dan Rasulullah SAW menamainya Abdullah." (HR.Muslim: 2144)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang teladan kesederhanaan hidup dan kepekaan sosial tingkat tinggi yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW. Melalui kesaksian sahabat Anas bin Malik, hadis ini membuktikan bahwa kedudukan mulia sebagai Nabi dan pemimpin tertinggi tidak membuat Rasulullah SAW menjaga jarak dari rakyatnya, yang ditunjukkan dengan kerelaan Rasulullah SAW menghentikan aktivitas merawat unta demi mengurusi bayi yang baru lahir. Peristiwa ini juga melahirkan ketetapan hukum sunah dalam tradisi keluarga Islami, yaitu anjuran melakukan tahnik (mengolesi langit-langit mulut bayi dengan kunyahan kurma) serta memberikan nama-nama yang baik dan islami sejak hari pertama kelahiran. Secara menyeluruh, teks suci ini mendidik umat Islam untuk selalu bersikap ramah, peduli kepada sesama, mengedepankan hak anak-anak, serta menjauhkan diri dari sifat angkuh atau sombong atas jabatan keduniawian yang sedang disandang.

Komentar 0