Hadis tentang Kesabaran dalam Menghadapi Penyakit
Hadis
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ مَوْلَاةً لَهُ أَتَتْهُ فَقَالَتْ اشْتَدَّ عَلَيَّ الزَّمَانُ وَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ إِلَى الْعِرَاقِ قَالَ فَهَلَّا إِلَى الشَّامِ أَرْضِ الْمَنْشَرِ اصْبِرِي لَكَاعِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَبَرَ عَلَى شِدَّتِهَا وَلَأْوَائِهَا كُنْتُ لَهُ شَهِيدًا أَوْ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَسُفْيَانَ بْنِ أَبِي زُهَيْرٍ وَسُبَيْعَةَ الْأَسْلَمِيَّةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ عُبَيْدِ اللَّهِ (رواه الترمذي: ٣٨٥٣)[1]
Terjemahan
Hadis ini dari Ibnu bin Umar R.A, bahwa seorang budak perempuan yang telah dimerdekakan olehnya datang kepadanya lalu berkata: Keadaan hidup semakin sulit bagiku, dan aku ingin pergi ke Irak.Maka Ibnu Umar berkata: mengapa engkau tidak pergi ke Syam, negeri tempat manusia akan dikumpulkan (pada akhir zaman)? bersabarlah, wahai perempuan yang bodoh (ungkapan teguran yang biasa digunakan dalam bahasa Arab), karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW’ bersabda: siapa bersabar atas kesulitan dan penderitaan (yang ada di Madinah), maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat."Abu Isa (Imam At-Tirmidzi) berkata: dalam bab ini terdapat riwayat dari Abu Sa‘id, Sufyan bin Abi Zuhair, dan Subai‘ah Al-Aslamiyyah.Kemudian beliau berkata: hadis ini hasan sahih gharib dari jalur Ubaidullah. (HR At-Tirmidzi: 3853)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan bersabar menghadapi kesulitan hidup di Madinah serta besarnya kemuliaan kota tersebut di sisi Allah. Dalam riwayat ini, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menasihati budak perempuannya agar tidak meninggalkan Madinah karena beratnya kehidupan, melainkan tetap bersabar dan teguh tinggal di kota Nabi SAW. Ibnu Umar kemudian menyampaikan sabda Rasulullah SAW,bahwa siapa saja yang mampu bersabar atas kesulitan dan kerasnya kehidupan di Madinah, maka Rasulullah SAW,akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. Hadis ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian hidup memiliki pahala yang sangat besar, terlebih apabila dilakukan di kota yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Referensi
- Muslim ibn al-Hajjaj,Sahih Muslim, Kitab al-Ḥajj, Bab Faḍl al-Madinah wa Duʿāʾ al-Nabī fīhā bi al-Barakah, no. 1377.

Komentar 0