Hadis tentang Baiat atas Dasar Kesabaran
Hadis
عَنْ نَافِعٍ، قَالَ: قَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: رَجَعْنَا مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ، فَمَا اجْتَمَعَ مِنَّا اثْنَانِ عَلَى الشَّجَرَةِ الَّتِي بَايَعْنَا تَحْتَهَا، كَانَتْ رَحْمَةً مِنَ اللَّهِ، فَسَأَلْتُ نَافِعًا: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ بَايَعَهُمْ؟ عَلَى الْمَوْتِ؟ قَالَ: لَا، بَلْ بَايَعَهُمْ عَلَى الصَّبْر (رواه البخاري: ٢٧٣٨)[1]
Tejemahan
: hadis ini, dari Nafi’, ia berkata: Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa kami kembali pada tahun berikutnya, dan tidak ada dua orang pun dari kami yang berkumpul di bawah pohon tempat kami berbaiat; hal itu merupakan rahmat dari Allah. Lalu aku (Nafi’) bertanya: “Atas dasar apa Nabi membaiat mereka? Apakah atas kematian?” Ia menjawab: “Tidak, tetapi beliau membaiat mereka atas kesabaran.”( HR Al-Bukhari: 2738)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang Baiat Ridwan yang dilakukan oleh para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Hudaibiyah. Baiat tersebut dilakukan di bawah sebuah pohon sebagai bentuk kesetiaan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ dalam menghadapi berbagai ujian dan ancaman dari kaum Quraisy. Namun, baiat itu bukanlah baiat untuk mencari kematian, melainkan baiat untuk tetap teguh, setia, dan bersabar dalam perjuangan di jalan Allah.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa kesabaran merupakan landasan penting dalam perjuangan Islam. Para sahabat dibaiat agar tetap kuat menghadapi tekanan, tidak lari dari tanggung jawab, serta tetap taat kepada Rasulullah SAW dalam keadaan sulit. Hal ini menggambarkan tingginya iman dan loyalitas para sahabat dalam membela agama Allah.Hadis ini juga menjelaskan bahwa hilangnya pohon tempat baiat tersebut merupakan rahmat dari Allah SWT. Para ulama menerangkan bahwa Allah menghilangkan keberadaan pohon itu agar manusia tidak berlebihan mengagungkannya hingga dapat menimbulkan fitnah atau sikap yang menyimpang. Dengan demikian, Islam mengajarkan bahwa yang paling penting bukanlah tempat atau bendanya, tetapi nilai keimanan, kesabaran, dan pengorbanan yang terjadi pada peristiwa tersebut.Selain itu, hadis ini memberikan pelajaran bahwa seorang muslim harus memiliki kesabaran dalam menjalankan ketaatan dan menghadapi ujian kehidupan. Kesabaran tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi musibah, tetapi juga dalam mempertahankan prinsip kebenaran, menjalankan amanah, dan berjuang di jalan Allah. Orang yang sabar dan istiqamah akan mendapatkan pertolongan dan rahmat dari Allah SWT.
Referensi
- al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, Kitab al-Shurut, Bab al-Shurut fi al-Jihad wa al-Musalahah ma'a Ahl al-Harb wa Kitabat al-Shurut, no. 2738

Komentar 0