Hadis tentang Sabar dalam mengahadapi kematian
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ:أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى امْرَأَةٍ تَبْكِي عَلَى صَبِيٍّ لَهَا، فَقَالَ لَهَا: «اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَقَالَتْ: وَمَا تُبَالِي بِمُصِيبَتِي.فَلَمَّا ذَهَبَ، قِيلَ لَهَا: إِنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخَذَهَا مِثْلُ الْمَوْتِ، فَأَتَتْ بَابَهُ، فَلَمْ تَجِدْ عَلَى بَابِهِ بَوَّابِينَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَعْرِفْكَ.فَقَال إنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَةِ أَوْ قَال عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَةِ (رواه مسلم: ٩٢٦)[1]
Terjemahan
hadis ini, dari Anas bin Malik, bahwa:Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis karena anaknya. Lalu beliau berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.”Wanita itu menjawab, “Engkau tidak merasakan musibahku.”Ketika Rasulullah SAW telah pergi, dikatakan kepadanya bahwa itu adalah Rasulullah SAW. Maka wanita itu sangat terkejut seakan-akan ditimpa kematian. Lalu ia mendatangi pintu rumah beliau dan tidak menemukan penjaga di sana.Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak mengenalmu.”Beliau bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu ada pada saat pertama terkena musibah. (HR Muslim: 926)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang hakikat kesabaran yang sesungguhnya, yaitu kesabaran ketika pertama kali menghadapi musibah. Rasulullah SAW menasihati seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya agar bertakwa kepada Allah dan bersabar. Namun karena besarnya kesedihan yang dirasakan, wanita tersebut menjawab dengan perkataan yang kurang pantas karena ia tidak mengetahui bahwa yang menasihatinya adalah Rasulullah SAW. Setelah diberitahu bahwa itu adalah Nabi Muhammad SAW, ia merasa sangat menyesal lalu datang meminta maaf kepada beliau. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa nilai kesabaran yang paling utama adalah ketika hati pertama kali menerima ujian atau musibah, sebab pada saat itulah emosi, kesedihan, dan rasa kehilangan sangat berat dirasakan. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya berusaha mengendalikan diri ketika tertimpa musibah, tidak berlebihan dalam kesedihan, dan segera mengingat Allah agar memperoleh pahala kesabaran. Selain itu, hadis ini juga menunjukkan kelembutan akhlak Rasulullah SAW yang tidak memarahi wanita tersebut meskipun sempat berkata kasar karena diliputi kesedihan.
Referensi
- Sahih Muslim, Kitab al-Jana'iz, Bab fi al-Sabr 'inda al-Sadmah al-Ula, Hadis No. 926.

Komentar 0