Hadis tentang Kesabaran dalam Menghadapi Ketidakadilan
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا قَسَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِسْمَةَ حُنَيْنٍ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ مَا أَرَادَ بِهَا وَجْهَ اللَّهِ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَتَغَيَّرَ وَجْهُهُ ثُمَّ قَالَ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَى مُوسَى لَقَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ (رواه البخاري: ٣٩٩٠)[1]
Terjemahan
Hadis ini, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata:"Ketika Nabi SAW membagikan harta rampasan perang Hunain, seorang laki-laki dari kalangan Anshar berkata:'Beliau tidak menghendaki wajah (keridaan) Allah dengan pembagian ini.'Maka aku mendatangi Nabi SAW dan memberitahukan perkataan tersebut kepada beliau. Lalu wajah beliau berubah (karena tidak menyukai ucapan itu), kemudian beliau bersabda:'Semoga rahmat Allah tercurah kepada Musa. Sungguh, beliau telah disakiti dengan sesuatu yang lebih berat daripada ini, tetapi beliau tetap bersabar. (HR Al-Bukhari: 3990)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi ucapan dan tuduhan yang menyakitkan dari sebagian manusia. Ketika Nabi SAW membagikan harta rampasan Perang Hunain, ada seseorang yang menuduh bahwa pembagian tersebut tidak dilakukan karena mencari ridha Allah. Tuduhan itu sangat menyakitkan karena Rasulullah SAW adalah orang yang paling adil dan paling ikhlas dalam setiap tindakannya.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa para nabi dan orang saleh tidak luput dari ujian berupa hinaan, tuduhan, dan gangguan manusia. Rasulullah SAW merasa sedih dan marah atas ucapan tersebut, tetapi beliau tidak membalas dengan keburukan. Sebaliknya, beliau mencontoh kesabaran Nabi Musa ‘alaihissalam yang juga pernah disakiti oleh kaumnya dengan gangguan yang lebih berat, namun tetap sabar dan teguh dalam menyampaikan kebenaran.Hadis ini juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan tidak mudah menuduh orang lain tanpa dasar yang benar. Tuduhan yang salah dapat melukai hati seseorang dan menimbulkan kerusakan dalam masyarakat. Islam sangat melarang prasangka buruk dan ucapan yang dapat menyakiti sesama, terlebih kepada pemimpin yang adil atau orang-orang saleh.Selain itu, hadis ini memberikan pelajaran bahwa kesabaran merupakan akhlak utama para nabi. Seorang muslim hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan bersikap tenang, tidak mudah membalas keburukan dengan keburukan, serta tetap istiqamah dalam menghadapi ujian dan perkataan manusia. Kesabaran dalam menghadapi gangguan merupakan tanda kuatnya iman dan kemuliaan akhlak seseorang.
Referensi
- AbuʿAbd Allah Muḥammad ibn Ismāʿīl al-Bukhari,Sahih al-Bukhari, Kitab al-Adab, Bab al-Ṣabr ʿala al-Adha, hadis no. 6091

Komentar 0