Hadis tentang Kewajiban Haji dalam Sekali Seumur Hidup
Hadis
عن أبي هريرة قال خطبنا رسول الله صلى الله عليه و سلم فقال : أيها الناس قد فرض الله عليكم الحج فحجوا فقال رجل أكل عام ؟ يا رسول الله فسكت حتى قالها ثلاثا فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لو قلت نعم لوجبت ولما استطعتم ثم قال ذروني ما تركتكم فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم فإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم وإذا نهيتكم عن شيء فدعو (رواه مسلم:٣٣٢١) [1]
Terjemahan
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW menyampaikan khutbah kepada kami seraya bersabda: "Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, tunaikanlah ibadah haji." Kemudian seorang laki-laki bertanya, "Apakah setiap tahun ya Rasulullah?" beliau terdiam beberapa saat, hingga laki-laki itu mengulanginya hingga tiga kali. Maka beliau pun bersabda: "Sekiranya aku menjawab, 'Ya' niscaya akan menjadi kewajiban setiap tahun dan kalian tidak akan sanggup melaksanakannya. Karena itu, biarkanlah apa adanya masalah yang kutinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu mendapat celaka karena mereka banyak tanya dan suka mendebat para Nabi mereka. karena itu, bila kuperintahkan mengerjakan sesuatu, laksanakanlah sebisa-bisanya, dan apabila kularang kalian mengerjakan sesuatu, maka hentikanlah segera."(HR Muslim: 3321)
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang kewajiban ibadah haji, adab dalam bertanya tentang hukum agama, serta prinsip kemudahan dalam syariat Islam.Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa Allah telah mewajibkan haji bagi umat Islam, sehingga kaum Muslimin diperintahkan untuk melaksanakannya bagi yang mampu. Ketika seorang sahabat bertanya apakah haji wajib setiap tahun, Nabi ﷺ tidak langsung menjawab, lalu setelah pertanyaan itu diulang tiga kali, beliau menjelaskan bahwa seandainya beliau menjawab “ya”, maka haji akan menjadi wajib setiap tahun dan hal itu akan memberatkan umat.Penjelasan ini menunjukkan bahwa syariat Islam dibangun di atas prinsip kemudahan dan tidak memberatkan. Allah tidak menghendaki sesuatu yang di luar kemampuan hamba-Nya, sehingga kewajiban haji cukup sekali seumur hidup bagi yang mampu.Kemudian Rasulullah ﷺ menegur sikap banyak bertanya yang tidak perlu dan perdebatan yang berlebihan dalam urusan agama. Beliau menyebutkan bahwa umat sebelum kita binasa karena terlalu banyak bertanya dan sering menyelisihi ajaran para nabi mereka. Hal ini menjadi pelajaran agar seorang Muslim tidak memperbanyak pertanyaan yang tidak dibutuhkan atau yang justru dapat menimbulkan kesulitan dalam agama.Di akhir hadis, Rasulullah ﷺ memberikan kaidah penting dalam beragama, yaitu apabila diperintahkan suatu perkara maka laksanakanlah semampunya, dan apabila dilarang maka tinggalkanlah. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan sesuai dengan kemampuan manusia, serta menekankan ketaatan yang sederhana namun konsisten.
Referensi
Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats, Sunan Abi Dawud, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, t.th.), no. 1734.

Komentar 0