Hadis tentang Pemimpin Harus Kuat dan Amanah
Hadis
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ تَسْتَعْمِلُنِى قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِى ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْىٌ وَنَدَامَةٌ إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيهَا. (رواه مسلم: ٤٨٢٣)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Dzar RA ia berkata: aku berkata, wahai Rasulullah SAW, tidakkah engkau mengangkatku menjadi pejabat/pemimpin? Maka Nabi SAW menepuk pundakku dengan tangannya, lalu bersabda: wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya jabatan itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya. (HR Muslim: 4823)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menegaskan bahwa jabatan itu adalah amanah. Ini menunjukkan bahwa tidak semua orang layak memegang kepemimpinan, meskipun ia seorang yang saleh. Dalam pandangan Islam, kemampuan dan keinginan menjadi syarat penting dalam menerima amanah, bukan sekedar keinginan atau kedekatan dengan Nabi. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa kepemimpian pada hari kiamat bisa menjadi sebab kehinaan dan penyesalan. Hal itu terjadi karena tidak menjalankan amanah dengan benar.
Referensi
- Al-Imam Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min as-Sunan bi Naql al-'Adl an Rasulullah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 6, h. 6

Komentar 0