40 HADIS HARI JUMAT

KTI

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Hari Jumat, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Foto Bobi

Tentang Penulis

Bobi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HARI JUMAT

Penyusun: Bobi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Tangisan Batang Pohon Kurma saat Nabi Berkhutbah

Disusun oleh: Bobi (@Bobi) · Bagian dari 40 HADIS HARI JUMAT

Hadis

أَخْبَرَنِي ابْنُ أَنَسٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ جِذْعٌ يَقُومُ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا وُضِعَ لَهُ المِنْبَرُ سَمِعْنَا لِلْجِذْعِ مِثْلَ أَصْوَاتِ العِشَارِ، حَتَّى نَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٩١٨)[١]

Terjemahan

Ibnu Anas Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah telah mengabarkan kepadaku bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Dahulu ada sebuah batang pohon kurma yang Nabi SAW biasa berdiri menyandar padanya saat berkhutbah. Maka ketika mimbar telah diletakkan untuk ia, kami mendengar dari batang pohon tersebut suara tangisan seperti suara unta yang bunting, hingga Nabi SAW turun lalu meletakkan tangannya di atas batang pohon tersebut untuk menenangkannya. (HR. Bukhari: 918) 

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menceritakan salah satu mukjizat Rasulullah SAW ketika batang pohon kurma yang biasa beliau jadikan sandaran saat berkhutbah menangis karena ditinggalkan setelah dibuatkan mimbar baru. Para sahabat mendengar suara tangisan tersebut hingga Rasulullah SAW turun dan meletakkan tangannya pada batang kurma itu sehingga tangisannya berhenti. Peristiwa ini menunjukkan kecintaan makhluk kepada Rasulullah SAW serta menjadi salah satu bukti kenabian beliau. Hadis ini juga mengajarkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah sehingga bahkan benda mati pun menunjukkan rasa cinta dan kerinduannya kepada beliau.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 222.

Komentar 0