Hadis tentang Adab Mandi dan Bersiap Jumat
Hadis
عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ؛ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى) (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ٨٤٣)[١]
Terjemahan
Hadis dari Salman Al-Farisi, ia berkata: Nabi SAW bersabda: Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jumat, lalu bersuci semaksimal mungkin yang ia mampu, lalu memakai minyak rambutnya atau memakai wangi-wangian yang ada di rumahnya, kemudian ia berangkat (ke masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk berdampingan), kemudian ia salat (sunnah) semampunya, lalu diam memperhatikan saat imam berbicara (khutbah); melainkan akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya. (HR. Abu Daud: 843)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan berbagai adab yang sebaiknya dilakukan sebelum menghadiri salat Jumat, seperti mandi, membersihkan diri, memakai minyak rambut atau wewangian, serta datang ke masjid dengan sopan dan tidak mengganggu jamaah lain. Selain itu, seseorang dianjurkan melaksanakan salat sunnah sebelum khutbah dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian. Jika semua adab tersebut dilakukan dengan baik, Allah akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukan antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya. Hadis ini menunjukkan bahwa persiapan menuju salat Jumat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, tetapi juga kesiapan hati dan akhlak dalam beribadah kepada Allah.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 206.

Komentar 0