Hadis tentang Menjaga dan Memelihara Ilmu yang telah Dipelajari
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم «بِئْسَ مَا لأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ نُسِّىَ، وَاسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ». (رواه البخاري: ٥٠٣٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah, ia berkata: Nabi SAW bersabda: alangkah buruknya jika salah seorang dari mereka berkata: aku telah melupakan ayat ini dan itu, melainkan sebenarnya ia telah dibuat lupa (oleh kelalaiannya). Maka dari itu, ingat-ingatlah (jagalah) Al-Qur’an ini, karena sesungguhnya ia lebih cepat lepas (hilang) dari dada seseorang daripada lepasnya unta (dari ikatannya). (HR al-Bukhari: 5032)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa adab dalam menjaga al-Qur’an, yaitu tidak mengatakan aku lupa seakan-akan karena kelalaian semata, tetapi menyadari bahwa itu terjadi karena dibuat lupa. Selain itu, ditekankan pentingnya terus mengulang dan menjaga hafalan al-Qur’an, karena ia sangat mudah hilang dari ingatan jika tidak dijaga, sebagaimana unta yang cepat lepas dari ikatannya. Hal ini mendorong setiap muslim untuk selalu dekat dengan al-Qur’an melalui membaca, menghafal, dan mengulanginya secara rutin.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il al-Bukhari, al-Jāmi‘ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūr Rasūlillāh wa Sunanihi wa Ayyāmih, (Kairo: Dar al-Hadith), Jilid 17, h. 34.

Komentar 0