Hadis tentang Ilmu yang tidak Bermanfaat
Hadis
عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَخِيهِ عَبَّادِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ (رواه النسائي: ٥٥٥٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Sa’id bin Abi Sa’id, dari saudaranya ‘Abbad bin Abi Sa’id, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW biasa berdoa: ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan (tidak didengar). (HR al-Nasa’i: 5552)
Isi Kandungan Hadis
Pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari hal-hal yang dapat merusak kualitas iman dan ibadah, seperti ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa cukup, serta doa yang tidak dikabulkan. Hal ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga harus memastikan ilmunya membawa manfaat dan kebaikan. Selain itu, ditekankan pentingnya menjaga hati, mengendalikan keinginan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah agar ibadah dan doa menjadi lebih bermakna dan diterima.
Referensi
- Imam al-Hafiz Abi Abdurrahman Ahmad bin Syu‘aib bin Ali Al-Khurasani an-Nasa’i, Sunan an-Nasa’i, (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 8, h. 679.

Komentar 0