Hadis tentang Niat Menuntut Ilmu selain Allah SWT
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ». يَعْنِى رِيحَهَا. (رواه ابى داود: ٣٦٦٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa yang menuntut suatu ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mengharap wajah Allah 'Azza wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya melainkan hanya untuk mendapatkan keuntungan materi dari dunia, maka ia tidak akan mencium 'arfa surga pada hari kiamat, yaitu bau harumnya surga. (HR Abu Dawud: 3666)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengandung peringatan agar seseorang meluruskan niat dalam menuntut ilmu, yaitu semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk kepentingan dunia seperti harta, kedudukan, atau pujian. Ilmu yang seharusnya menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT akan kehilangan nilainya jika dicari dengan niat yang salah. Oleh karena itu, penting bagi setiap penuntut ilmu untuk menjaga keikhlasan dalam belajar dan mengamalkan ilmunya, karena niat yang benar akan menentukan nilai dan balasan dari ilmu tersebut di sisi Allah SWT.
Referensi
- Al-Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy‘ats as-Sijistani, Sunan Abi Dawud, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Jilid 11, h. 68.

Komentar 0