Hadis tentang Keutamaan Ilmu Agama dan Ibadah
Hadis
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاَنِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم«فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِى عَلَى أَدْنَاكُمْ». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ». (رواه الترمذي: ٢٩٠١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Umamah al-Bahili ia berkata: disebutkan kepada Rasulullah SAW tentang dua orang lelaki yang satu adalah ahli ibadah (ahli tirakat/ritual) dan yang lainnya adalah ahli ilmu (ulama). Maka Rasulullah SAW bersabda: keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semut di dalam lubangnya dan bahkan ikan-ikan (di lautan), benar-benar bershalawat (memohonkan ampunan dan kebaikan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. (HR al-Tirmidzi: 2901)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tingginya kedudukan orang yang berilmu dibandingkan ahli ibadah semata, karena ilmu memberikan manfaat luas bagi diri sendiri dan orang lain melalui pengajaran dan bimbingan. Selain itu, orang yang mengajarkan kebaikan mendapatkan kemuliaan besar karena didoakan oleh Allah, para malaikat, serta seluruh makhluk di langit dan bumi, sehingga menegaskan bahwa menyebarkan ilmu yang bermanfaat merupakan amalan yang sangat mulia dan berpahala besar.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan al-Jāmi’, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 10, h. 207.

Komentar 0