40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Siklus Tahun

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ(البخاري: ٣١٩٧)

Terjemah Hadis

Hadis dari Abu Bakrah r.a., dari Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi; satu tahun itu ada dua belas bulan, di antaranya terdapat empat bulan haram (yang disucikan). Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta satu bulan lagi adalah Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada (Awwal/Tsani) dan Sya'ban.

Kandungan Hadis

Hadis Nabi yang menegaskan bahwa satu tahun terdiri atas dua belas bulan sejalan dengan sistem penanggalan yang telah ditetapkan Allah sejak penciptaan langit dan bumi. Dalam astronomi, satu tahun merupakan waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk menyelesaikan satu kali revolusi mengelilingi Matahari. Lama satu tahun bergantung pada orbit dan jarak planet tersebut dari Matahari.

Pada masa Rasulullah saw., sebagian masyarakat Arab melakukan praktik an-nasī', yaitu menggeser atau menunda bulan-bulan haram demi kepentingan peperangan. Akibatnya, urutan bulan menjadi tidak sesuai dengan ketetapan yang telah Allah tetapkan. Melalui wahyu, Rasulullah menegaskan bahwa susunan dua belas bulan harus kembali sebagaimana ketentuan Allah sejak awal penciptaan.

Sabda Rasulullah, "Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi," mengandung makna bahwa sistem penanggalan telah kembali kepada susunan yang semestinya setelah praktik an-nasī' dihapuskan. Ungkapan tersebut juga dipahami oleh sebagian ulama sebagai isyarat tentang keteraturan peredaran benda-benda langit yang menjadi dasar perhitungan waktu.

Dalam kajian astronomi modern, perhitungan waktu memang didasarkan pada gerak teratur benda-benda langit, seperti rotasi Bumi, revolusi Bumi mengelilingi Matahari, serta revolusi Bulan mengelilingi Bumi. Keteraturan inilah yang menjadi dasar penanggalan dan pengukuran waktu yang digunakan manusia hingga sekarang.

Bagi kaum muslimin, hadis ini menunjukkan keselarasan antara petunjuk wahyu dan keteraturan alam ciptaan Allah. Ketetapan bahwa satu tahun terdiri atas dua belas bulan menjadi pengingat bahwa Allah telah menetapkan hukum-hukum alam yang berlangsung secara teratur dan menjadi dasar bagi kehidupan manusia.

Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak berbicara menurut hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang Allah turunkan.

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.


Komentar 0