40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Terdapat Obat Penawar di Sayap Lalat

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

أَخْبَرَنِى عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - يَقُولُ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً » (رواه البخاري: ٣٣٢٠)

Terjemah Hadis

Ubaid bin Hunain, telah mengabarkan kepada kami ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Apabila ada seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah (seluruh tubuhnya), kemudian buanglah lalat tersebut; karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat (penawar)."


Kandungan Hadis

Hadis tentang lalat diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, di antaranya Imam Al-Bukhari, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah. Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. bersabda bahwa apabila seekor lalat jatuh ke dalam bejana minuman, hendaklah ia dibenamkan seluruhnya lalu diangkat, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawar.

Para ulama memberikan berbagai penjelasan mengenai makna hadis ini. Ibnu Hajar al-'Asqalani, misalnya, menjelaskan bahwa lalat membawa unsur yang dapat menyebabkan penyakit sekaligus unsur yang menjadi penawarnya. Berdasarkan pemahaman tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa membenamkan lalat dimaksudkan agar unsur penawar ikut keluar sehingga dapat mengimbangi unsur yang membawa penyakit.

Dalam ilmu mikrobiologi modern diketahui bahwa lalat rumah merupakan serangga yang sering hinggap pada sampah, kotoran, dan bahan organik yang membusuk. Karena kebiasaannya tersebut, lalat dapat membawa berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, jamur, virus, maupun parasit yang berpotensi mencemari makanan dan minuman.

Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan bahwa pada tubuh lalat terdapat berbagai mikroorganisme lain, termasuk bakteriofag, yaitu virus yang menginfeksi bakteri tertentu, serta senyawa antimikroba yang menjadi bagian dari sistem pertahanan alami serangga. Temuan ini menunjukkan bahwa tubuh lalat memiliki interaksi biologis yang kompleks antara mikroorganisme penyebab penyakit dan mikroorganisme atau senyawa yang dapat menghambat sebagian bakteri.[1]

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di dunia Islam melaporkan bahwa membenamkan lalat ke dalam cairan dapat mengurangi pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Namun, hasil penelitian tersebut masih terbatas, belum menjadi konsensus ilmiah, dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua mikroorganisme yang dibawa lalat dapat dinetralkan dengan cara tersebut. Oleh karena itu, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan metode ilmiah yang lebih luas.

Dalam kondisi normal, prinsip kesehatan masyarakat tetap menganjurkan agar makanan atau minuman yang telah terkontaminasi lalat dijaga kebersihannya dan, apabila terdapat risiko pencemaran yang tinggi, sebaiknya tidak dikonsumsi. Adapun hadis ini dipahami oleh sebagian ulama sebagai petunjuk yang berkaitan dengan kondisi tertentu dan tidak bertentangan dengan prinsip menjaga kesehatan maupun kebersihan yang juga diajarkan dalam Islam.

Bagi kaum muslimin, hadis ini menunjukkan bahwa sabda Rasulullah saw. mengandung hikmah yang dapat terus dikaji seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Penelitian ilmiah dapat menjadi sarana untuk memahami fenomena alam, sementara makna hadis tetap dipahami berdasarkan kaidah ilmu hadis, fikih, dan penafsiran para ulama.

Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak berbicara menurut hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang Allah turunkan.

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.



[1] Xinyu Zhang et al., "Bacteriophage: A Useful Tool for Studying Gut Bacteria Function of Housefly Larvae, Musca domestica," Microbiology Spectrum 9, no. 1 (2021)


Komentar 0