40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Matahari Terbit dari Barat

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ، فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا ، فَذَاكَ حِينَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا ، لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ (رواه البخاري: ٤٦٣٥)

Terjemah Hadis

Abu Hurairah ra, telah menceritakn kepada kami ia berkata Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga matahari terbit dari barat. Maka apabila manusia melihatnya, berimanlah semua orang yang ada di atasnya (bumi), namun itulah masa di mana tidak lagi bermanfaat iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum kejadian tersebut."

Kandungan Hadis

Terbitnya matahari dari barat merupakan salah satu tanda besar hari kiamat yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ini sejak dahulu sering dipandang mustahil oleh sebagian kalangan, terutama karena selama sejarah manusia matahari selalu tampak terbit dari timur dan terbenam di barat.

Perkembangan ilmu kebumian menunjukkan bahwa bumi bukanlah sistem yang sepenuhnya statis. Penelitian geologi, paleoklimatologi, dan geofisika mengungkap bahwa rotasi bumi mengalami perlambatan secara bertahap akibat interaksi pasang surut antara bumi dan bulan. Bukti mengenai perubahan tersebut diperoleh melalui penelitian terhadap lapisan batuan, fosil, terumbu karang purba, serta catatan geologi yang menunjukkan bahwa jumlah hari dalam satu tahun pada masa lampau berbeda dengan kondisi sekarang.

Temuan ilmiah tersebut menjelaskan bahwa kecepatan rotasi bumi memang berubah sepanjang sejarah geologi. Namun demikian, perubahan itu berlangsung sangat lambat dan tidak menunjukkan bahwa bumi akan berputar berlawanan arah sehingga matahari terbit dari barat. Hingga saat ini, ilmu pengetahuan modern belum memiliki bukti ilmiah yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut akan terjadi sebagai akibat dari proses alam yang sedang berlangsung.

Dalam perspektif Islam, terbitnya matahari dari barat merupakan bagian dari perkara gaib yang akan terjadi menjelang hari kiamat sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ. Peristiwa tersebut diyakini terjadi atas kehendak Allah, bukan semata-mata sebagai konsekuensi hukum-hukum alam yang dapat diprediksi manusia. Karena itu, waktu terjadinya hanya diketahui oleh Allah semata, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an bahwa pengetahuan tentang hari kiamat berada di sisi-Nya.

Bagi seorang muslim, kajian ilmiah mengenai bumi dan alam semesta dapat menjadi sarana untuk memahami kebesaran ciptaan Allah. Sementara itu, berita tentang tanda-tanda kiamat tetap menjadi bagian dari keimanan kepada perkara gaib yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis. Keduanya tidak harus dipertentangkan, tetapi dipahami sesuai dengan wilayah masing-masing: sains menjelaskan gejala alam berdasarkan bukti empiris, sedangkan wahyu memberikan petunjuk tentang perkara yang berada di luar jangkauan observasi manusia.

Kesadaran akan keterbatasan ilmu pengetahuan seharusnya mendorong manusia untuk semakin rendah hati. Semakin banyak rahasia alam yang berhasil diungkap, semakin tampak luasnya ilmu Allah dan semakin besar dorongan bagi manusia untuk beriman, berpikir, dan mengambil pelajaran dari ciptaan-Nya.

Komentar 0