Hadis tentang Menyempurnakan Basuhan Wudhu dalam Thaharah
Hadis
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍأَنَّهُ كَانَ عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ وَأَبُوهُ وَعِنْدَهُ قَوْمٌ فَسَأَلُوهُ عَنْ الْغُسْلِ فَقَالَ يَكْفِيكَ صَاعٌ فَقَالَ رَجُلٌ مَا يَكْفِينِي فَقَالَ جَابِرٌ كَانَ يَكْفِي مَنْ هُوَ أَوْفَى مِنْكَ شَعَرًا وَخَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ أَمَّنَا فِي ثَوْبٍ (رواه البخارى: ٢٤٩)[1]
Terjemahan
Abu Ja’far telah menceritakan kepada kami bahwa ia berada di sisi Jabir bin Abdullah bersama ayahnya dan di sisinya ada beberapa orang, lalu mereka bertanya kepadanya tentang mandi, maka ia berkata: cukup bagimu satu sha’, lalu seorang laki-laki berkata: tidak cukup bagiku, maka Jabir berkata: dahulu satu sha’ itu cukup bagi orang yang lebih banyak rambutnya darimu dan lebih baik darimu, kemudian ia mengimami kami dalam satu pakaian. (HR al-Bukhari: 249)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa mandi janabah tidak memerlukan air dalam jumlah banyak, bahkan satu sha’ sudah cukup selama air tersebut merata ke seluruh tubuh. Pernyataan Jabir menunjukkan bahwa ukuran tersebut telah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW yang memiliki kondisi fisik lebih sempurna. Hadis ini mengandung nilai pendidikan tentang kesederhanaan dan larangan berlebih-lebihan. Dalam Islam, ibadah tidak diukur dari banyaknya sarana yang digunakan, tetapi dari kesesuaian dengan sunnah dan ketulusan dalam melaksanakannya.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 3, no hadis 249 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 1, h. 73.

Komentar 0