40 HADIS MENJAGA LISAN

KTI

Assalamu'alaikum,Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis menjaga Lisan

Aplikasi Menjaga lisan adalah aplikasi edukasi yang membantu pengguna memahami pentingnya menjaga ucapan sesuai ajaran Islam. Aplikasi ini berisi hadis-hadis tentang menjaga lisan, penjelasan kandungan hadis, tips berbicara yang baik, serta pengingat untuk menghindari perkataan buruk seperti ghibah, fitnah, dan dusta. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat meningkatkan akhlak dan membiasakan diri untuk berkata baik atau diam.

Foto Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Yusra Muhammad Hafiz

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MENJAGA LISAN

Penyusun: Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Menjaga Lisan dalam Kehidupan Bermasyarakat

Disusun oleh: Yusra Muhammad Hafiz (@yusrahafiz103) · Bagian dari 40 HADIS MENJAGA LISAN

Hadis

عَنْ أَبِي بُرْدَةَ  عَنْ أَبِي مُوسَى  رضى الله عنه قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الإِسْلاَمِ أَفْضَلُ قَالَ ‏ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ  (وَرَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)(١١)

Terjemahan

Dari Abu Burdah, dari Abu Musa al-Asy'ari RA ia berkata: Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah SAW , Islam yang mana yang paling utama  Rasullah   SAW menjawab:  Islam yang paling utama adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.( HR al-Bukhaori No 11)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu ukuran keutamaan seorang Muslim adalah sejauh mana ia tidak menyakiti orang lain, baik melalui lisan maupun perbuatan. Seorang Muslim yang baik adalah orang yang menjaga ucapannya agar tidak menyakiti, seperti berkata kasar, mencela, memfitnah, atau menyebarkan keburukan di tengah masyarakat. Selain menjaga lisan, hadis ini juga menekankan pentingnya menjaga tangan, yang mencakup perbuatan dan tindakan. Seorang Muslim tidak boleh melakukan kekerasan, penindasan, atau tindakan yang merugikan orang lain. Dengan demikian, Islam mengajarkan keselamatan sosial dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Hadis ini juga menunjukkan bahwa kualitas keislaman seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlaknya terhadap sesama manusia. Semakin baik seseorang menjaga lisannya dan perbuatannya, semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah Swt. Dengan demikian, hadis ini menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, penuh rasa aman, saling menghormati, dan jauh dari gangguan baik verbal maupun fisik.

Referensi

1.Sahih al-Bukhari, Kitab Al-Iman, Bab Ayyul Islami Afdhal, hadis No. 11.

Komentar 0