Hadis tentang Membaca Ayat Kursi
Hadis
عَنِ ابْنِ الأَسْقَعِ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ إِنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم جَاءَهُمْ فِى صُفَّةِ الْمُهَاجِرِينَ فَسَأَلَهُ إِنْسَانٌ أَىُّ آيَةٍ فِى الْقُرْآنِ أَعْظَمُ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم (اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ(رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ:٤٠٠٥) [1]
Terjemahan
Hadis dari Wathilah ibn al-Asqa', bahwa ia mendengarnya berkata: Sesungguhnya Nabi SAW datang kepada mereka di ṣuffah kaum Muhajirin, lalu seseorang bertanya: “Ayat apakah dalam al-Qur’an yang paling agung?” Maka Nabi Saw bersabda: Allahu la ilaha illa huwa al-ḥayyul qayyum, lata’khudhuhu sinatun wa lā nawm (Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya: tidak mengantuk dan tidak pula tidur.( HR Abu dawud 4005 ).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan keutamaan Ayat Kursi sebagai ayat paling agung dalam al-Qur’an, karena mengandung penegasan tauhid yang paling sempurna serta sifat-sifat Allah yang luhur, seperti al-ḥayy (Maha Hidup) dan al-qayyum (Maha Berdiri Sendiri dan mengurus seluruh makhluk). Penegasan bahwa Allah tidak diliputi oleh kantuk dan tidur menunjukkan kesempurnaan kekuasaan dan pengawasan-Nya terhadap alam semesta. Dengan demikian, ayat ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam al-Qur’an, baik dari segi akidah maupun spiritual. Hadis ini juga mengisyaratkan pentingnya memahami kandungan ayat-ayat al-Qur’an, bukan sekadar membacanya, karena keagungan suatu ayat terletak pada makna dan pesan yang dikandungnya. Oleh karena itu, Ayat Kursi menjadi salah satu bacaan yang sangat dianjurkan dalam berbagai keadaan, terutama sebagai bentuk perlindungan dan penguatan keimanan.
Referensi
1.Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi Dawud (Beirut Al-Maktabah al-Aṣriyyah), Kitab al-Ḥuruf wa al-Qira'at, hadis no. 4005.

Komentar 0