Hadis tentang Keutamaan Membaca al-Qur'an dengan Tartil
Hadis
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: نَزَلَتْ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ(رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ:١٤٦)[1]
Terjemahan
Hadis Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata Ketika ayat Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil’ diturunkan, maka Muhammad SAW bersabda: Perindahlah al-Qur’an dengan suara-suara kalian ( HR.Abu Dawud )
Isi kandungan hadis
Hadis riwayat Abu Dawud ini menjelaskan bahwa umat Islam diperintahkan membaca al-Qur’an dengan tartil, yaitu perlahan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid. Setelah turunnya ayat tersebut, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar al-Qur’an dibaca dengan suara yang indah dan merdu. Hal ini menunjukkan bahwa membaca al-Qur’an tidak hanya memperhatikan ketepatan bacaan, tetapi juga keindahan suara dan penghayatan agar menambah kekhusyukan bagi pembaca maupun pendengarnya. Keindahan suara dalam membaca al-Qur’an juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kalam Allah selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap sesuai dengan aturan syariat.
Referensi
1.Sunan Ibn Majah, Kitab Muqaddimah, Bab Faḍl Man Ta'allama al-Qur'an wa 'Allamahu, hadis no. 215.

Komentar 0