Hadis tentang Bacaan Nabi SAW di Mimbar dan Penjelasan Makna Ayat-ayat al-Qur’an
Hadis
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ عَلَى الْمِنْبَرِ ( وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ) وَقَالَ قَتَادَةُ مَثَلاً لِلآخِرِينَ عِظَةً . وَقَالَ غَيْرُهُ ( مُقْرِنِينَ ) ضَابِطِينَ يُقَالُ فُلاَنٌ مُقْرِنٌ لِفُلاَنٍ ضَابِطٌ لَهُ وَالأَكْوَابُ الأَبَارِيقُ الَّتِى لاَ خَرَاطِيمَ لَهَا ( أَوَّلُ الْعَابِدِينَ ) أَىْ مَا كَانَ فَأَنَا أَوَّلُ الأَنِفِينَ وَهُمَا لُغَتَانِ رَجُلٌ عَابِدٌ وَعَبِدٌ وَقَرَأَ عَبْدُ اللَّهِ ( وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ ) وَيُقَالُ أَوَّلُ الْعَابِدِينَ الْجَاحِدِينَ مِنْ عَبِدَ يَعْبَدُ . وَقَالَ قَتَادَةُ ( فِى أُمِّ الْكِتَابِ ) جُمْلَةِ الْكِتَابِ أَصْلِ الْكِتَابِ ( أَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَ ) مُشْرِكِينَ . وَاللَّهِ لَوْ أَنَّ هَذَا الْقُرْآنَ رُفِعَ حَيْثُ رَدَّهُ أَوَائِلُ هَذِهِ الأُمَّةِ لَهَلَكُوا ( فَأَهْلَكْنَا أَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَمَضَى مَثَلُ الأَوَّلِينَ ) عُقُوبَةُ الأَوَّلِينَ جُزْءًا عِدْلاً(رواه البخاري:٤٨١٩ )[1]
Terjemahan
Hadis dari Shafwan bin Ya‘la, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar Muhammad SAW membaca di atas mimbar ayat dan mereka berseru: Wahai Malik, biarlah Tuhanmu membinasakan kami saja. Kemudian Qatadah ibn Di'amah berkata: “Sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian. Dan selainnya berkata: ‘Muqrinīn’ artinya orang-orang yang mampu menguasai atau menundukkan. Dikatakan: “Fulan muqrin bagi fulan,” yaitu mampu menguasainya. Dan al-akwāb adalah gelas-gelas yang tidak memiliki cerat.Tentang firman Allah: ‘Awwalul ‘ābidīn’ maksudnya: “Jika benar demikian, maka aku adalah orang pertama yang menolaknya.” Keduanya merupakan dua bahasa dalam Arab: ‘ābid dan ‘abid. Dan Abdullah membaca: ‘Dan Rasul berkata: Wahai Tuhanku Juga dikatakan bahwa ‘awwalul ‘ābidīn’ berarti orang-orang yang mengingkari.Qatadah ibn Di'amah berkata tentang firman Allah: ‘fī ummil-kitāb’ maksudnya pokok atau asal kitab.Dan firman-Nya: ‘Apakah Kami akan menghentikan peringatan kepada kalian karena kalian adalah kaum yang melampaui batas?’ maksudnya kaum musyrik.Demi Allah, seandainya al-Qur’an ini diangkat ketika generasi awal umat ini menolaknya, niscaya mereka akan binasa.Dan firman Allah: ‘Maka Kami binasakan orang-orang yang lebih kuat daripada mereka, dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu’ maksudnya hukuman bagi umat terdahulu. Sedangkan ‘juz’an’ berarti sekutu atau tandingan.( HR Bukhari )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Muhammad SAW membaca al-Qur’an di hadapan para sahabat, bahkan ketika berada di atas mimbar, sebagai bentuk pengajaran dan dakwah kepada umat. Bacaan ayat tentang penghuni neraka yang memohon kepada Malaikat Malik menunjukkan kedahsyatan azab neraka dan menjadi peringatan agar manusia menjauhi kemaksiatan serta kesyirikan. Dalam hadis ini juga terdapat penjelasan para ulama tafsir seperti Qatadah ibn Di'amah mengenai beberapa makna kata dan ayat al-Qur’an, yang menunjukkan pentingnya memahami tafsir agar kandungan al-Qur’an dapat dipahami dengan benar. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa al-Qur’an merupakan petunjuk dan rahmat Allah bagi umat manusia. Apabila manusia menolak dan berpaling darinya, maka mereka dapat memperoleh azab sebagaimana umat-umat terdahulu yang dibinasakan karena kekafiran dan kesombongan mereka.
Referensi
1.Shahih al-Bukhari, Kitab Tafsir al-Qur'an, Bab Tafsir Surat al-Zukhruf, hadis no. 4819.

Komentar 0