Hadis tentang Keutamaan Membaca Al-Qur'an di Waktu Pagi dan Petang
Hadis
عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَصَابَنَا طَشٌّ وَظُلْمَةٌ فَانْتَظَرْنَا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِيُصَلِّىَ بِنَا ثُمَّ ذَكَرَ كَلاَمًا مَعْنَاهُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِيُصَلِّىَ بِنَا فَقَالَ قُلْ. فَقُلْتُ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثًا يَكْفِيكَ كُلَّ شَىْءٍ(رَوَاهُ النَّسَائِيُّ:٥٤٤٥)[1]
Terjemahan
Hadis dari Mu'adz bin Abdullah dari Ayahnya ia berkata: "Hujan rintik-rintik dan malam yang gelap menggelayuti kami, maka kami pun menunggu-nunggu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami -Lalu ia menyebutkan perkataan yang semakna- Tidak lama kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk shalat bersama kami, beliau kemudian bersabda: Ucapkanlah aku berkata: "Apa yang harus aku ucapkan?" beliau bersabda: "Qul Huwaallahu Ahad (Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa) dan Mu'awidzatain (surat al falaq dan an Nas) saat sore dan pagi hari sebanyak tiga kali. Maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.( HR.Nasa’I no 5445 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis tersebut mengandung anjuran untuk menjadikan al-Qur’an sebagai dzikir harian yang berfungsi sebagai perlindungan diri, khususnya dengan membaca Surah al-Ikhlāṣ, al-Falaq, dan an-Nās. Ketiga surah ini dikenal sebagai al-Mu‘awwidzāt, yang memiliki kandungan tauhid dan permohonan perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah, seperti gangguan manusia, sihir, dan bisikan setan. Penetapan waktu pembacaan pada pagi dan sore menunjukkan adanya pengaturan waktu khusus dalam ibadah dzikir dalam Islam, yang bertujuan membentuk rutinitas spiritual yang konsisten. Selain itu, perintah untuk mengulang bacaan sebanyak tiga kali menunjukkan adanya unsur penguatan (ta’kīd) agar dzikir tersebut lebih sempurna dan berdampak. Lebih lanjut, ungkapan Nabi Saw “yukfīka kulla syay’” (akan mencukupimu dari segala sesuatu) menunjukkan bahwa dzikir ini memiliki fungsi perlindungan yang menyeluruh terhadap berbagai bahaya. Konteks hadis yang terjadi saat hujan gerimis dan suasana gelap juga memberikan isyarat bahwa dzikir sangat dianjurkan terutama dalam kondisi yang menimbulkan rasa takut atau ketidaknyamanan. Di samping itu, hadis ini juga mencerminkan metode pendidikan Nabi Saw yang praktis dan aplikatif, yaitu dengan mengajarkan amalan yang sederhana, mudah dihafal, namun memiliki manfaat yang besar, sehingga dapat diamalkan secara berkelanjutan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
1.Sunan al-Nasa'i, Kitab 'Amal al-Yawm wa al-Laylah, Bab Ma Yaqra'u fīial-Ṣabaḥ wa al-Masa hadis no. 5445.

Komentar 0