40 HADIS HEWAN TERNAK

KTI

Selamat datang di aplikasi 40 hadis hewan ternak

Silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam hadis-hadis seputar hewan ternak

Tentang Penulis

Muhammad Ali Hasan Al-Banna

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HEWAN TERNAK

Penyusun: Muhammad Ali Hasan Al-Banna

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

hadis tentang Jual Beil Unta

Disusun oleh: Muhammad Ali Hasan Al-Banna (@AliHasan11) · Bagian dari 40 HADIS HEWAN TERNAK

Hadis

حَدَّثَنِي جَابِرٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَسِيرُ عَلَى جَمَلٍ لَهُ قَدْ أَعْيَا فَمَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضَرَبَهُ فَدَعَا لَهُ فَسَارَ بِسَيْرٍ لَيْسَ يَسِيرُ مِثْلَهُ ثُمَّ قَالَ بِعْنِيهِ بِوَقِيَّةٍ قُلْتُ لَا ثُمَّ قَالَ بِعْنِيهِ بِوَقِيَّةٍ فَبِعْتُهُ فَاسْتَثْنَيْتُ حُمْلَانَهُ إِلَى أَهْلِي فَلَمَّا قَدِمْنَا أَتَيْتُهُ بِالْجَمَلِ وَنَقَدَنِي ثَمَنَهُ ثُمَّ انْصَرَفْتُ فَأَرْسَلَ عَلَى إِثْرِي قَالَ مَا كُنْتُ لِآخُذَ جَمَلَكَ فَخُذْ جَمَلَكَ ذَلِكَ فَهُوَ مَالُكَ قَالَ شُعْبَةُ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَابِرٍ أَفْقَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ وَقَالَ إِسْحَاقُ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ فَبِعْتُهُ عَلَى أَنَّ لِي فَقَارَ ظَهْرِهِ حَتَّى أَبْلُغَ الْمَدِينَةَ وَقَالَ عَطَاءٌ وَغَيْرُهُ لَكَ ظَهْرُهُ إِلَى الْمَدِينَةِ وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ شَرَطَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ وَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ جَابِرٍ وَلَكَ ظَهْرُهُ حَتَّى تَرْجِعَ وَقَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَفْقَرْنَاكَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ وَقَالَ الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ جَابِرٍ تَبَلَّغْ عَلَيْهِ إِلَى أَهْلِكَ وَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ وَابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ وَهْبٍ عَنْ جَابِرٍ اشْتَرَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَقِيَّةٍ وَتَابَعَهُ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ جَابِرٍ وَقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ وَغَيْرِهِ عَنْ جَابِرٍ أَخَذْتُهُ بِأَرْبَعَةِ دَنَانِيرَ وَهَذَا يَكُونُ وَقِيَّةً عَلَى حِسَابِ الدِّينَارِ بِعَشَرَةِ دَرَاهِمَ وَلَمْ يُبَيِّنْ الثَّمَنَ مُغِيرَةُ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَابِرٍ وَابْنُ الْمُنْكَدِرِ وَأَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ وَقَالَ الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ جَابِرٍ وَقِيَّةُ ذَهَبٍ وَقَالَ أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ سَالِمٍ عَنْ جَابِرٍ بِمِائَتَيْ دِرْهَمٍ وَقَالَ دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرٍ اشْتَرَاهُ بِطَرِيقِ تَبُوكَ أَحْسِبُهُ قَالَ بِأَرْبَعِ أَوَاقٍ وَقَالَ أَبُو نَضْرَةَ عَنْ جَابِرٍ اشْتَرَاهُ بِعِشْرِينَ دِينَارًا وَقَوْلُ الشَّعْبِيِّ بِوَقِيَّةٍ أَكْثَرُ الِاشْتِرَاطُ أَكْثَرُ وَأَصَحُّ عِنْدِي قَالَهُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ. (رواه البخاري: ٢٥١٧)[1]

Terjemahan

 Telah bercerita kepadaku Jabir radliyallahu 'anhu bahwa Dia bepergian dengan menunggang unta yang sudah lemah lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lewat di hadapannya dan memukul unta tersebut serta mendo'akannya maka unta itu berjalan tidak seperti biasanya kemudian Beliau berkata: "Juallah kepadaku dengan empat puluh dirham." Aku katakan: "Aku tidak mau." Kemudian Beliau berkata lagi: "Juallah kepadaku dengan empat puluh dirham." Maka aku jual dengan syarat aku boleh menungganginya sampai aku pulang ke rumah keluargaku. Ketika kami telah sampai, aku berikan kepada Beliau unta tersebut dan Beliau memberiku uang pembayarannya lalu aku pergi. Namun Beliau mengikuti aku dan bersabda: "Aku tidak akan mengambil untamu, ambillah untamu dan itu menjadi hartamu." Syu'bah berkata dari Mughirah dari 'Amir dari Jabir: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan izin aku menungganginya sampai Madinah." Dan berkata Ishaq dari Jarir dari Mughirah: "Maka aku jual dengan syarat aku boleh menungganginya hingga aku tiba di Madinah." Atha` dan selainnya berkata: "kamu boleh menungganginya hingga Madinah." Muhammad bin Al Munkadir berkata dari Jabir: "bahwa ia mensyaratkan untuk menungganginya hingga Madinah." Zaid bin Aslam berkata dari Jabir: "Dan kamu boleh menungganginya sampai kamu kembali." Dan berkata Abu Az Zubair dari Jabir: "Kami izinkan kamu menungganginya hingga tiba di Madinah." Dan berkata Al-A'masy dari Salim dari Jabir: "Kamu gunakan hinga kamu bertemu keluargamu". Dan berkata 'Ubaidullah dan Ibnu Ishaq dari Wahb dari Jabir: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membelinya dengan empat puluh dirham." Dan hadits ini diikuti juga oleh [Zaid bin Aslam] dari [Jabir]. Dan berkata Ibnu Juraij dari 'Atha' dan selainnya dari Jabir: "Aku ambil pembayarannya seharga empat dinar." Demikianlah bahwa nilai satu dinar sama dengan sepuluh dirham dan Mughirah tidak menerangkan harganya dari Asy Sya'biy dari Jabir dan Ibnu Al Munkadir dan Abu Az Zubair dari Jabir. Dan berkata Al-A'masy dari Salim dari Jabir: "Empat puluh uang emas." Dan berkata Abu Ishaq dari Salim dari Jabir: "Dengan dua ratus dirham." Dan berkata Daud bin Qais dari 'Ubaidullah bin Miqsam dari Jabir: "Beliau membelinya di perjalanan Tabuk". Aku menduga dia berkata: "Empat awaq." Dan berkata Abu Nadlrah dari Jabir: "Beliau membelinya degan harga dua puluh dinar." Dan perkataan Asy Sya'biy: "Dengan empat puluh dirham." lebih memenuhi syarat dan lebih shohih menurutku." Ini perkataan Abu 'Abdullah Al-Bukhariy. ( HR al-Bukhari: 2517)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa unta merupakan hewan ternak yang memiliki manfaat besar dalam kehidupan manusia, baik sebagai sarana transportasi maupun sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi. Dalam perjalanan, Rasulullah SAW melihat seekor unta milik Jabir bin Abdullah yang telah lemah, kemudian beliau mendoakannya sehingga unta tersebut kembali kuat dan mampu melanjutkan perjalanan dengan baik. Peristiwa ini menunjukkan perhatian dan kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan serta pentingnya menjaga kondisi hewan ternak agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hadis ini juga menjadi dalil bahwa jual beli hewan ternak diperbolehkan dalam Islam selama dilakukan atas dasar kerelaan kedua belah pihak dan sesuai dengan ketentuan syariat. Rasulullah SAW membeli unta milik Jabir dengan kesepakatan bahwa Jabir tetap diperbolehkan menungganginya hingga tiba di Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa syariat membolehkan adanya syarat dalam akad jual beli selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan disepakati oleh kedua belah pihak.

Selain itu, hadis ini memperlihatkan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam bermuamalah. Setelah membayar harga unta tersebut, beliau mengembalikan unta itu kepada Jabir sebagai hadiah. Sikap ini mencerminkan sifat dermawan, kasih sayang, dan kepedulian Rasulullah SAW terhadap para sahabatnya. Dengan demikian, transaksi dalam Islam tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan sikap saling tolong-menolong.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad Ibni Isma’il al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 2006) Juz 10, h. 52.

Komentar 0