Hadis tentang Tidak diterimanya Taubat setelah terbitnya Matahari dari Barat
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَاكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا. (رواه البخاري: ٤٦٣٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, ia bersabda: Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang melewati kuburan orang lain, lalu berkata, alangkah baiknya jika aku yang berada di tempatnya. (HR al-Bukhari: 6698)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa tingkat kesulitan, tekanan, dan fitnah hidup di akhir zaman yang begitu berat, hingga seseorang berangan-angan mati, bahkan berharap berada di dalam kubur menggantikan orang yang telah wafat. Hal ini bukan karena dorongan iman, tetapi karena penderitaan hidup yang luar biasa baik berupa kezaliman, fitnah, ketidak adilan, atau kekacauan hidup yang tak tertahankan.
Referensi
- Sahih al-Bukhari, Kitab At-Tafsīr, Bab Tafsir firman Allah Ta'ala: ﴿لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا﴾ (QS. Al-Qur'an, Al-An‘ām: 158), hadis no. 4635.

Komentar 0